Akurat

7 Teks Naskah Khutbah Jumat Bulan Dzulqa’dah

Fajar Rizky Ramadhan | 9 Mei 2025, 06:00 WIB
7 Teks Naskah Khutbah Jumat Bulan Dzulqa’dah

AKURAT.CO Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Sebagai bulan yang sarat nilai historis dan spiritual, Dzulqa’dah menjadi momentum reflektif bagi umat Muslim untuk memperkuat ketakwaan dan memperdalam pemahaman keislaman, khususnya melalui mimbar khutbah Jumat.

Berikut ini disajikan tujuh teks naskah khutbah Jumat yang relevan dengan tema-tema utama bulan Dzulqa’dah.

Naskah-naskah ini diharapkan menjadi referensi para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan Islam secara kontekstual dan menggugah.

1. Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dalam Islam

Khutbah ini menyoroti kemuliaan bulan Dzulqa’dah sebagai salah satu dari bulan haram (الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ). Umat diajak untuk menghidupkan nilai-nilai perdamaian, menjauhi permusuhan, dan meningkatkan ibadah di bulan yang dimuliakan Allah.

Dalil utama yang dikaji adalah QS. At-Taubah [9]: 36 dan hadis-hadis Nabi yang menegaskan keharaman berbuat zalim di bulan ini.

2. Meneladani Kesabaran Nabi dalam Dzulqa’dah

Bulan Dzulqa’dah dikenal sebagai bulan ketika Rasulullah SAW bersabar menanti waktu haji dan umrah. Khutbah ini membahas kisah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada Dzulqa’dah tahun ke-6 Hijriyah.

Khatib menekankan nilai diplomasi, kesabaran, dan strategi dalam menghadapi konflik serta bagaimana umat bisa meniru keteladanan Rasul dalam kehidupan sosial-politik modern.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Syawal: Menjadi Hamba yang Istiqamah Pasca Bulan Suci

3. Menyambut Musim Haji: Spirit Perjalanan Iman Ibrahim

Khutbah ini mengangkat makna spiritual haji yang biasanya dimulai pada akhir Dzulqa’dah. Umat diajak untuk menyelami makna ketauhidan, pengorbanan, dan kepatuhan total Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Khatib dapat mengajak jamaah untuk merenungi kesiapan ruhani mereka menyambut musim haji dan Idul Adha yang segera tiba.

4. Muhasabah Diri di Bulan Haram: Evaluasi Iman dan Amal

Tema ini mendorong umat Islam melakukan muhasabah atas amal ibadah dan perilaku sosial mereka. Dzulqa’dah adalah waktu tepat untuk refleksi dan introspeksi sebelum memasuki bulan Dzulhijjah.

Khatib membahas pentingnya taubat, membersihkan hati dari iri dan dendam, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama.

5. Menjaga Stabilitas Sosial di Bulan Dzulqa’dah

Khutbah ini menekankan bahwa bulan haram bukan sekadar dimuliakan dalam ibadah individual, tetapi juga sebagai momen menjaga stabilitas sosial dan keamanan publik.

Dzulqa’dah memberi pesan damai dan larangan konflik. Relevan untuk konteks kekinian, khutbah ini mengajak umat menjauhi ujaran kebencian, hoaks, dan polarisasi sosial.

6. Persiapan Kurban: Menata Niat dan Meluruskan Tujuan

Menjelang Idul Adha, khutbah ini mengajak jamaah untuk mulai merencanakan ibadah kurban dengan niat yang ikhlas.

Khatib membahas nilai-nilai pengurbanan yang bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menumbuhkan solidaritas, berbagi, dan spiritualitas dalam pengabdian kepada Allah.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Bulan Ramadhan: Agar Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

7. Menanamkan Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Momentum Dzulqa’dah

Bulan ini dapat dijadikan pintu masuk untuk menyampaikan khutbah bertema kemanusiaan, seperti kepedulian terhadap kaum lemah, solidaritas lintas golongan, dan pentingnya memperkuat ukhuwah insaniyah.

Khatib menekankan bahwa semangat keislaman tidak hanya bersifat ritualistik, tapi juga humanistik.

Ketujuh teks khutbah ini dapat disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing masjid dan konteks sosial jamaah.

Yang terpenting, setiap khutbah harus mampu membangkitkan kesadaran kolektif umat akan nilai-nilai luhur Islam serta menjadikan bulan Dzulqa’dah sebagai momentum strategis untuk menguatkan iman, ilmu, dan amal.

Wallahu A'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.