Saldo DANA Kaget Bisa Jadi Harta Haram Jika Kondisinya Seperti Ini

AKURAT.CO Di era dompet digital yang makin merajalela, istilah saldo DANA kaget bukan hal yang asing lagi. Bayangkan, tiba-tiba notifikasi muncul: “Selamat! Kamu menerima Rp100.000 dari pengguna lain.” Rasanya seperti dapat rezeki nomplok, bukan?
Tapi, tunggu dulu. Sebagai Muslim yang meyakini prinsip halal-haram secara serius, kita perlu bertanya lebih dalam: dari mana asalnya saldo DANA kaget itu? Jangan-jangan, ia justru menjebak kita dalam lingkaran harta haram yang tak kita sadari.
Ketika seseorang mendapatkan saldo DANA kaget tanpa tahu siapa pengirimnya, tanpa sebab yang jelas, dan bahkan tanpa niat memberi dari si pengirim, maka ini bukan sekadar rezeki tak terduga.
Ia bisa menjadi harta syubhat, bahkan haram jika dibiarkan tanpa klarifikasi. Islam meletakkan garis tegas dalam persoalan kepemilikan harta.
Baca Juga: Apakah Ada Ucapan Kebangkitan Yesus Kristus yang Tidak Bertentangan dengan Islam?
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا»
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik (halal).” (HR. Muslim)
Kalau uang yang masuk ke akun kita datang dari transaksi haram, hasil penipuan, atau pemberian yang tidak sah, apakah kita masih bisa tenang menggunakannya untuk beli pulsa atau checkout belanjaan?
Ada pula kasus di mana saldo DANA kaget berasal dari kampanye aplikasi, bonus referal, atau cashback misterius. Padahal si pengguna tak merasa ikut promo apa-apa. Di sinilah kecurigaan harus hidup. Dalam kaidah fikih disebutkan:
«كُلُّ مَا أُخِذَ بِغَيْرِ حَقٍّ فَهُوَ حَرَامٌ»
“Segala sesuatu yang diambil bukan dengan cara yang benar maka hukumnya haram.”
Kalau sumbernya tidak jelas dan kita tidak memastikan keabsahannya, lalu kita pakai untuk makan, sedekah, atau bahkan membiayai keluarga, kita sedang mengalirkan sesuatu yang kotor ke dalam kehidupan kita. Ini bukan cuma soal uang, tapi soal integritas iman kita terhadap prinsip kehalalan.
Yang lebih ngeri lagi adalah ketika saldo DANA kaget itu ternyata hasil kesalahan transfer orang lain. Dalam fikih, menerima harta yang bukan hak kita dan tidak dikembalikan disebut sebagai bentuk pengkhianatan. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ
“Dan janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 188).
Baca Juga: Ucapan Kebangkitan Yesus Kristus yang Tidak Bertentangan dengan Akidah Umat Islam, Memang Ada?
Kalau kita tahu uang itu bukan milik kita, atau setidaknya meragukan, lalu tetap kita nikmati, itu artinya kita sedang mengonsumsi sesuatu yang berpotensi menghitamkan hati dan mengundang murka Ilahi.
Jadi, rezeki sejati itu bukan yang datang mendadak dan mencurigakan, tapi yang jelas jalurnya, halal caranya, dan penuh keberkahan manfaatnya.
Kalau suatu saat kamu dapat saldo DANA kaget, jangan buru-buru senang. Buru-burulah bertanya: dari mana asalnya dan berhakkah aku atasnya? Sebab dalam Islam, keberkahan lebih utama daripada jumlah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









