Mengapa Allah Swt. Menetapkan Hukum Halal dan Haram? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Hukum halal dan haram merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam yang wajib dipahami setiap umat Muslim. Tapi pernahkah kamu bertanya, mengapa Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram? Apakah sekadar aturan, atau ada hikmah yang lebih dalam di baliknya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Hukum Halal dan Haram?
Secara sederhana, halal berarti sesuatu yang diperbolehkan atau baik untuk dilakukan atau dikonsumsi, sedangkan haram adalah segala sesuatu yang dilarang karena bisa membawa mudharat atau bahaya bagi manusia. Konsep ini tidak hanya berlaku untuk makanan dan minuman, tapi juga perilaku, perbuatan, dan hubungan sosial.
Allah Swt., sebagai Sang Pencipta dan Pemberi Nikmat, memiliki wewenang mutlak untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. Hal ini tentu tidak semata-mata untuk membatasi kebebasan manusia, tapi lebih kepada melindungi manusia dari hal-hal yang merusak jasmani, rohani, maupun akal.
Tujuan Allah Swt. Menetapkan Halal dan Haram
Salah satu alasan utama adanya hukum halal dan haram adalah perlindungan terhadap manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang tampaknya sepele namun dapat merusak kesehatan fisik dan mental jika tidak diatur. Misalnya, minuman keras dan narkoba jelas dilarang karena efeknya yang merusak tubuh dan pikiran.
Dalam buku Makanan yang Halal & Haram (Suryana, 2009) dijelaskan bahwa makanan atau minuman yang mengandung manfaat dan maslahat bagi manusia dihalalkan, sedangkan yang membawa bahaya atau madharat diharamkan. Jadi, hukum ini bukan sekadar aturan formal, tapi berfungsi sebagai panduan hidup yang menjaga keseimbangan jasmani dan rohani manusia.
Penegasan Al-Qur’an Tentang Halal dan Haram
Allah Swt. menegaskan hal ini dalam Al-Qur’an, Surat Al-Araf ayat 157:
"Al-lazina yattabi'unar-rasulan nabiyyal-ummiyyal-lazi yajidunahu maktuban 'indahum fit-taurati wal-injili ya'muruhum bil-ma'rufi wa yanhahum 'anil-munkari wa yuhillu lahumut-tayyibati wa yuharrimu 'alaihimul-khaba'isa…"
Artinya:
"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka…"
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan yang buruk, bukan hanya untuk kebaikan jasmani, tapi juga untuk menjaga pikiran, akal, dan rohani manusia. Dengan kata lain, hukum halal dan haram adalah bentuk rahmat dan perlindungan Allah bagi manusia.
Hikmah Lain Dari Hukum Halal dan Haram
Selain perlindungan, hukum halal dan haram memiliki hikmah lain:
-
Mengarahkan manusia pada fitrah penciptaannya
Allah menciptakan manusia dengan akal dan hati nurani. Dengan adanya hukum halal dan haram, manusia diarahkan untuk tetap hidup selaras dengan fitrahnya, memilih kebaikan dan menjauhi kerusakan. -
Mencegah kesesatan dan hawa nafsu
Tanpa pedoman, manusia rentan terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hukum ini berfungsi sebagai panduan moral yang mencegah kesalahan dan penyimpangan. -
Menjamin kebaikan sosial dan spiritual
Banyak hal yang dilarang dalam Islam, misalnya riba atau penipuan, berhubungan dengan interaksi sosial. Dengan menjauhi hal-hal tersebut, manusia tidak hanya selamat secara pribadi, tapi juga menjaga keharmonisan masyarakat.
Kesimpulan
Singkatnya, Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram untuk melindungi manusia dari bahaya, menjaga fitrah penciptaannya, serta memastikan kebaikan jasmani, akal, dan rohani. Aturan ini bukan sekadar larangan, melainkan panduan hidup yang memudahkan manusia menjalani kehidupan sesuai syariat Islam.
Dengan memahami hukum halal dan haram, kita tidak hanya menaati perintah Allah, tetapi juga menjaga kualitas hidup dan spiritualitas. Jadi, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan menerapkan hukum ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu ingin lebih memahami topik agama Islam lainnya, pantau terus update artikel terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Cantik Sesuai Syariat: Batas Halal dan Haram dalam Kosmetik
Baca Juga: Nushafest 2025 Bongkar Halal-Haram Investasi Saham dan Kripto, Penasaran?
FAQ
1. Apa itu hukum halal dan haram dalam Islam?
Hukum halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan atau baik untuk dilakukan dan dikonsumsi, sedangkan haram adalah hal-hal yang dilarang karena membawa bahaya bagi jasmani, akal, atau rohani manusia. Konsep ini berlaku tidak hanya pada makanan, tapi juga perilaku dan interaksi sosial.
2. Mengapa Allah Swt. menetapkan hukum halal dan haram?
Allah menetapkan hukum halal dan haram untuk melindungi manusia dari bahaya, menjaga fitrah penciptaannya, serta memastikan manusia berada di atas jalan kebaikan secara jasmani, rohani, dan akal. Hal ini juga berfungsi sebagai panduan moral agar manusia tidak terjerumus dalam kesesatan dan hawa nafsu.
3. Apakah hukum halal dan haram hanya berlaku pada makanan dan minuman?
Tidak. Meskipun contoh paling umum adalah makanan dan minuman, hukum halal dan haram juga mencakup perilaku, perbuatan, interaksi sosial, dan aspek spiritual. Segala hal yang membawa manfaat dihalalkan, sementara yang merusak dilarang.
4. Bagaimana Al-Qur’an menjelaskan hukum halal dan haram?
Dalam Surat Al-Araf ayat 157, Allah menegaskan bahwa Rasul-Nya memerintahkan umat untuk berbuat kebaikan, mencegah kemungkaran, menghalalkan yang baik, dan mengharamkan yang buruk. Ayat ini menunjukkan bahwa hukum halal dan haram bertujuan untuk kesejahteraan jasmani, akal, dan rohani manusia.
5. Apa manfaat memahami hukum halal dan haram?
Memahami hukum halal dan haram membantu umat Islam:
-
Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
-
Menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain
-
Menjalani hidup selaras dengan fitrah dan nilai-nilai Islam
-
Membantu menjaga keharmonisan sosial dan spiritual
6. Bagaimana cara menerapkan hukum halal dan haram dalam kehidupan sehari-hari?
Penerapan hukum ini bisa dilakukan dengan:
-
Memilih makanan dan minuman yang halal dan bermanfaat
-
Menjauhi tindakan atau perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain
-
Memahami ajaran Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman
-
Mengedepankan moral dan akal sehat dalam setiap keputusan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








