Akurat

Gus Baha Sebut Tawadhu itu Haram di Era Modern Sekarang

Fajar Rizky Ramadhan | 1 November 2025, 17:42 WIB
Gus Baha Sebut Tawadhu itu Haram di Era Modern Sekarang

AKURAT.CO Ribuan jemaah menghadiri peringatan Maulid Rasulullah SAW di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Acara penuh hikmah itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Prof. M. Quraish Shihab selaku pendiri PSQ, Prof. Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama, Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, serta berbagai pejabat dan tokoh masyarakat.

Dalam tausiyahnya yang dikenal lugas dan penuh kejutan, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyampaikan pandangan tak biasa soal makna tawadhu di zaman modern. Ia mengatakan bahwa sifat tawadhu—yang biasanya dianggap sebagai akhlak terpuji—bisa menjadi hal yang keliru bila disalahpahami dalam konteks saat ini.

“Sekarang ini, tawadhu itu bisa jadi haram,” ujar Gus Baha di hadapan ribuan jamaah yang tampak terkejut mendengar pernyataan tersebut.

Baca Juga: Gus Baha Sebut Allah SWT itu Paling Berakhlak

Menurut Gus Baha, maksud dari ucapannya itu bukan untuk menolak nilai rendah hati, melainkan agar orang alim tidak menyembunyikan ilmunya. “Orang alim harus menunjukkan kealimannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, di era modern seperti sekarang, banyak orang yang membutuhkan bimbingan, nasihat, dan ilmu agama. Jika para ulama, guru, atau orang berilmu terlalu tawadhu hingga memilih diam, maka masyarakat akan kehilangan arah dan kebenaran menjadi kabur. “Kalau orang alim tawadhu terus, itu hampir sama seperti melepaskan tanggung jawabnya,” tutur Gus Baha.

Lebih lanjut, ia mencontohkan bagaimana para nabi dalam Al-Qur’an menampilkan diri mereka secara terbuka sebagai pembawa risalah dan pemberi peringatan kepada umatnya. “Para Nabi itu justru dalam Al-Qur’an sering mengatakan bahwa diri mereka adalah orang-orang yang siap berdakwah, memberi nasihat, dan memperingatkan umat. Mereka tidak menyembunyikan kapasitasnya,” jelasnya.

Baca Juga: Gus Baha Sebut Ikhlas itu Nomor Dua, yang Penting Maksimalkan Amal Ibadah

Melalui penjelasan tersebut, Gus Baha ingin mengingatkan bahwa tawadhu harus dipahami secara proporsional. Dalam konteks sosial dan dakwah masa kini, menampakkan kemampuan dan keilmuan bukanlah bentuk kesombongan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Ceramah Gus Baha malam itu mendapat sambutan hangat. Banyak jemaah yang tampak merenung, menyadari bahwa di tengah tantangan modern, kejujuran dalam menampilkan kapasitas diri juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah dan umat manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.