Gus Baha Tak Ingin Masuk Surga Bareng Nabi, Alasannya Bikin Mlongo Jemaah

AKURAT.CO Dalam kegiatan Maulid Rasulullah SAW yang digelar di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta, Sabtu (1/11/2025), ribuan jemaah memadati aula utama untuk mengikuti tausiah dari tiga tokoh besar: Prof. M. Quraish Shihab selaku pendiri PSQ, Prof. Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama, dan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Dalam suasana penuh hikmah dan tawa, Gus Baha menyampaikan pandangan yang tak biasa tentang surga. Di hadapan jemaah, beliau mengatakan bahwa salah satu hal yang paling diinginkan manusia adalah masuk surga. Namun, ia menambahkan dengan nada jenaka, dirinya justru tidak ingin masuk surga bersama para ulama salih atau bahkan Nabi.
“Saya itu kalau boleh milih, tidak mau masuk surga bareng para ulama seperti Mbah Moen, apalagi bareng Nabi,” ujar Gus Baha disambut tawa jamaah.
Ia menjelaskan alasannya dengan gaya khasnya yang sederhana namun mengena. “Kalau bareng mereka itu jadi segen. Nggak bisa nyantai, nggak bisa ngopi-ngopi. Jadi malah nggak enak,” lanjutnya, membuat ribuan hadirin tertawa serempak.
Baca Juga: Gus Baha Tetap Baca Doa Arafah Meski Tak Sedang Haji: Saya Ini Islam Nusantara dan Internasional
Gus Baha kemudian menegaskan bahwa ucapannya itu memang terdengar seperti guyonan, tapi ada pesan tersirat di baliknya. “Ini kayak guyonan, tapi kok serius, ya? Oh iya, ya,” katanya sambil tersenyum, seolah mengajak jamaah merenung.
Suasana Maulid malam itu terasa hangat. Humor-humor khas Gus Baha menjadi selingan yang mencairkan forum ilmiah dan religius tersebut. Di sisi lain, Prof. M. Quraish Shihab dan Prof. Nasaruddin Umar juga menyampaikan tausiah yang menekankan makna cinta Rasul dan pentingnya meneladani akhlaknya dalam kehidupan modern.
Acara yang dihadiri tokoh nasional, ulama, dan mahasiswa dari berbagai daerah itu menjadi momentum reflektif untuk meneladani Rasulullah SAW — bukan hanya melalui ibadah ritual, tetapi juga dengan menghadirkan keceriaan dan kerendahan hati sebagaimana ditunjukkan para ulama seperti Gus Baha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










