Memahami Makna Idul Fitri dan Tradisi Unik di Indonesia, Termasuk Mudik dan THR

AKURAT.CO Idul Fitri, yang dirayakan setiap tahun oleh umat Muslim di seluruh dunia, merupakan momen yang penuh makna setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Masyarakat Indonesia sering menyebutnya sebagai Lebaran, namun apa sebenarnya makna di balik perayaan Idul Fitri ini?
Dalam artikel ini, kita akan membahas makna Idul Fitri dan berbagai tradisi yang masih dijalankan di Indonesia.
Baca Juga: Tutorial Cara Membuat Ketupat untuk Lebaran Idul Fitri 2025
Makna Idul Fitri
Menurut laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), Idul Fitri bukan hanya soal perayaan dan pakaian baru, meski umat Muslim dianjurkan mengenakan pakaian baru sebagai simbol kebersihan.
Secara lebih mendalam, Idul Fitri adalah saat untuk melakukan refleksi diri, rasa syukur, dan kegembiraan setelah menjalani puasa selama sebulan.
Tradisi ini mengajak umat Muslim untuk kembali pada fitrah, yaitu kesucian setelah menjalani proses pembersihan jiwa dan raga melalui ibadah puasa.
Selain itu, zakat fitrah yang dikeluarkan pada hari ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan dan sebagai cara berbagi dengan sesama.
Kata “Idul Fitri” berasal dari dua kata: 'id' yang berarti kembali, dan 'al-fitri' yang memiliki dua makna, yakni suci dan berbuka.
Suci berarti kembali bersih dari dosa, sedangkan berbuka mengacu pada sunnah Nabi Muhammad SAW yang mengonsumsi beberapa kurma sebelum pergi untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
Baca Juga: Ini 12 Aplikasi untuk Buat Kartu Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2025 Mudah dan Gratis!
Lebaran dan Asal Istilahnya
Di Indonesia, Idul Fitri lebih dikenal dengan istilah Lebaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran merupakan hari raya umat Islam pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Mengenai asal-usul kata Lebaran, ada yang berpendapat bahwa istilah ini berasal dari tradisi Hindu, yang berarti "selesai" atau "habis", mengacu pada berakhirnya puasa.
Ada pula yang mengaitkan kata Lebaran dengan 'lebar', yang berarti lapang atau luas, sebagai simbol dari kerendahan hati dan saling memaafkan antar sesama.
Meskipun tidak ada sumber otentik yang jelas mengenai asal kata “Lebaran”, istilah ini jelas sudah melekat kuat di Indonesia, dan lebih berhubungan dengan budaya lokal ketimbang bahasa Arab.
Tradisi Idul Fitri di Indonesia
Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang menyemarakkan perayaan Idul Fitri. Berikut adalah beberapa tradisi lebaran yang masih dilakukan hingga saat ini:
1. Mudik
Mudik atau pulang kampung menjadi tradisi fenomenal di Indonesia. Banyak orang yang merantau di kota-kota besar kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tradisi ini biasanya dimulai beberapa hari sebelum Idul Fitri.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Presiden Prabowo Bagikan Ribuan Sembako untuk Warga Bogor
2. Ketupat
Makanan khas lebaran yang tak boleh dilewatkan adalah ketupat. Biasanya ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, gulai, dan sambal goreng kentang.
Ketupat menjadi simbol kesucian dan keberkahan di hari Idul Fitri.
3. Malam Takbiran
Pada malam menjelang Idul Fitri, umat Muslim merayakan malam takbiran dengan mengumandangkan takbir dan menabuh bedug.
Tradisi ini mencerminkan kegembiraan atas kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
4. Ziarah ke Makam
Banyak umat Muslim yang melakukan ziarah ke makam keluarga dan leluhur. Ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bagi mereka yang telah meninggal.
Biasanya, tradisi ini dilakukan sebelum atau setelah salat Idul Fitri.
5. Parcel atau Hampers Lebaran
Saling memberi parcel atau hampers menjadi salah satu tradisi yang cukup populer di Indonesia.
Biasanya, parcel ini berisi makanan, kue-kue, atau buah-buahan, dan seringkali dikirimkan kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja.
6. THR (Tunjangan Hari Raya)
THR atau amplop lebaran yang berisi uang sering diberikan kepada anak-anak dan keluarga yang lebih muda.
Tradisi ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, karena mereka bisa menerima uang untuk membeli kebutuhan mereka.
7. Halal Bi Halal
Setelah salat Idul Fitri, umat Muslim biasanya melakukan silaturahmi atau halal bi halal dengan keluarga, teman, dan tetangga.
Ini adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar sesama.
Persiapan untuk Tradisi Idul Fitri
Beragam tradisi tersebut tentu memerlukan persiapan yang matang. Banyak umat Muslim yang mulai mempersiapkan kebutuhan Lebaran, seperti membeli baju baru, bahan makanan untuk membuat ketupat dan hidangan lainnya, serta THR untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
Idul Fitri adalah momen yang penuh makna bagi umat Muslim, baik sebagai waktu untuk bersyukur, berbagi, maupun untuk menjalin silaturahmi.
Dengan mengenal makna dan tradisi-tradisi ini, kita bisa lebih menghargai betapa pentingnya perayaan Idul Fitri dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









