Akurat

Puasa Sunnah Syawal 2025 Kapan Bisa Dimulai? Cek di Sini Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya

Lufaefi | 3 April 2025, 08:00 WIB
Puasa Sunnah Syawal 2025 Kapan Bisa Dimulai? Cek di Sini Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya

AKURAT.CO Puasa Sunnah Syawal adalah salah satu puasa yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan pada tanggal 1 Syawal.

Namun, bagi yang ingin melanjutkan amalan ibadah, terdapat puasa sunnah yang dianjurkan, yaitu puasa Syawal selama enam hari.

Puasa Syawal dapat dikerjakan sejak tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan tersebut. Tahun ini, 1 Syawal 1446 H bertepatan dengan 31 Maret 2025, sehingga puasa Syawal dapat dimulai pada 1 April 2025.

Meskipun disunnahkan untuk dilakukan berturut-turut hingga 6 April 2025, puasa ini tetap sah jika dilakukan secara terpisah, asalkan masih dalam bulan Syawal.

Menurut kalender Hijriah dari Kementerian Agama, bulan Syawal 1446 H berlangsung hingga 28 April 2025. Dengan demikian, batas akhir pelaksanaan puasa Syawal tahun ini adalah Senin, 28 April 2025.

Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Panduan dan Keutamaannya

Keutamaan Puasa Syawal

Berpuasa enam hari di bulan Syawal memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  1. Mendapat Pahala Setara Puasa Setahun
    Hadis Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa enam hari setelah Idul Fitri akan mendapatkan pahala seolah berpuasa selama satu tahun penuh (HR Ath-Thabarani).

  2. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan
    Puasa sunnah setelah Ramadan menunjukkan bahwa ibadah Ramadan diterima oleh Allah, sebagaimana kebiasaan seorang hamba yang terus berbuat baik setelah kebaikan sebelumnya.

  3. Penyempurna Puasa Wajib
    Ibadah sunnah, termasuk puasa Syawal, dapat melengkapi kekurangan dalam ibadah wajib yang mungkin tidak dilakukan dengan sempurna selama Ramadan.

  4. Bentuk Syukur
    Puasa Syawal merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan ampunan Allah yang diberikan selama Ramadan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa meningkatkan ibadahnya sebagai bentuk syukur kepada Allah.

  5. Melatih Konsistensi Ibadah
    Menjalankan puasa Syawal menunjukkan komitmen dalam beribadah dan memperkuat kebiasaan berpuasa, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat ulama.

Baca Juga: Miftahur Rahman Isbandi: Generasi Z Muslim Harus Miliki Lima Karakter untuk Hadapi Indonesia Emas 2045

Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setelah Idul Fitri. Waktu pelaksanaannya fleksibel, asalkan masih dalam bulan Syawal, dengan batas akhir 28 April 2025.

Keutamaannya mencakup pahala besar, penyempurnaan ibadah Ramadan, serta sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Semoga kita dapat mengamalkannya dengan istiqomah. Wallahu a’lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.