Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025, Begini Cara Sholat Gerhana Bulan yang Benar

AKURAT.CO Pada tanggal 14 Maret 2025, fenomena alam yang langka dan menakjubkan akan kembali terjadi: gerhana bulan total.
Dalam tradisi Islam, gerhana bulan bukan hanya sekadar peristiwa astronomi, tetapi juga momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan khusus dalam menyikapi fenomena ini, yaitu dengan melaksanakan sholat gerhana bulan atau Sholat Khusuf.
Sholat gerhana adalah bentuk ibadah yang disyariatkan ketika terjadi gerhana bulan maupun matahari.
Sholat ini merupakan sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid, meskipun boleh juga dilakukan secara sendiri.
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Sholat gerhana bulan dilakukan dengan dua rakaat, tetapi berbeda dari sholat sunnah lainnya karena dalam setiap rakaat terdapat dua kali ruku’.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025, Fenomena Blood Moon yang Langka
Berikut adalah tata caranya:
-
Niat Sholat Gerhana Bulan
Niat dapat diucapkan dalam hati, namun jika ingin dilafalkan, bisa dengan:"Ushalli sunnatal khusuf rak‘ataini lillahi ta‘ala."
(Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta‘ala.) -
Takbiratul Ihram
Mengangkat tangan dan membaca takbir seperti dalam sholat pada umumnya:"Allahu Akbar."
-
Membaca Doa Iftitah
Dilanjutkan dengan membaca doa iftitah, misalnya:"Subhânaka Allâhumma wa bihamdika wa tabârakasmuka wa ta‘âlâ jadduka wa lâ ilâha ghairuk."
-
Membaca Surah Al-Fatihah
Membaca surah Al-Fatihah dengan tartil dan penuh khusyuk:"Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn..." (hingga selesai)
-
Membaca Surah Panjang
Dianjurkan membaca surah panjang, seperti Surah Al-Baqarah atau surah lainnya yang dihafal. -
Ruku' Pertama
Melakukan ruku' dengan tuma’ninah sambil membaca:"Subhâna rabbiyal ‘azhîm wa bihamdih." (Dibaca tiga kali atau lebih)
-
Bangkit dari Ruku'
Berdiri tegak kembali sambil mengucapkan:"Sami‘allâhu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd."
-
Membaca Al-Fatihah Lagi
Setelah berdiri, kembali membaca Surah Al-Fatihah. -
Membaca Surah Lagi
Disunnahkan membaca surah panjang lainnya, meski lebih pendek dari bacaan pertama. -
Ruku' Kedua
Melakukan ruku’ kembali dengan membaca tasbih seperti sebelumnya. -
I’tidal
Bangkit dari ruku' dan membaca:"Sami‘allâhu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd."
-
Sujud Pertama
Melakukan sujud dengan tuma’ninah sambil membaca:"Subhâna rabbiyal a‘lâ wa bihamdih."
-
Duduk di Antara Dua Sujud
Duduk dengan tenang dan membaca:"Rabbi ghfirli, warhamni, wahdini, warzuqni, wa‘afini."
-
Sujud Kedua
Melakukan sujud kembali dengan membaca tasbih seperti sebelumnya. -
Rakaat Kedua
Rakaat kedua dilakukan dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama: dua kali ruku' dan dua kali sujud. -
Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud akhir dan membaca:"Attahiyyatu lillâhi wash-shalawâtu wath-thayyibât..." (hingga selesai)
-
Salam
Mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:"Assalâmu‘alaikum warahmatullâh."
Baca Juga: Apa Itu Fenomena Gerhana Bulan Penumbra yang Terjadi Hari Ini? Catat Berikut Waktu Melihatnya!
Doa dan Zikir Setelah Sholat Gerhana
Usai sholat gerhana, dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan dzikir. Berikut adalah beberapa doa dan zikir yang bisa dibaca:
- Tasbih: "Subhânallâh wa bihamdih, subhânallâhil ‘azhîm."
- Istighfar: "Astaghfirullâh wa atûbu ilaih."
- Tahlil: "Lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alâ kulli syai'in qadîr."
- Doa Mohon Ampunan:
"Allâhumma innî zalamtu nafsî zulman katsîran walâ yaghfiru dzunûba illâ anta, faghfir lî maghfiratan min ‘indika warhamnî, innaka antal ghafûrur rahîm."
Makna Spiritualitas Sholat Gerhana
Sholat gerhana menjadi simbol ketundukan dan penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa segala fenomena alam adalah bagian dari kekuasaan-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka berdirilah dan sholatlah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Momen gerhana bulan total pada 14 Maret 2025 ini adalah kesempatan berharga untuk memperbanyak amal ibadah, mengingat kebesaran Allah SWT, dan memohon ampunan atas segala dosa. Mari sambut peristiwa langka ini dengan hati yang penuh keimanan dan kekhusyukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










