Doa saat Melihat Gerhana Bulan Total di Langit Indonesia, agar Selamat Dunia dan Akhirat

AKURAT.CO Fenomena gerhana bulan total merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang hanya terjadi pada waktu tertentu.
Ketika bumi, matahari, dan bulan berada dalam garis lurus sempurna, cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan terhalang oleh bumi, sehingga bulan tampak gelap atau memerah.
Bagi sebagian orang, momen ini dianggap sekadar fenomena astronomi. Namun, dalam Islam, gerhana memiliki dimensi spiritual yang sangat dalam, sebagai pengingat agar manusia kembali mendekat kepada Allah.
Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan khusus ketika gerhana terjadi. Beliau menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana (salat khusuf), memperbanyak takbir, doa, istighfar, serta sedekah. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau:
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ وَالدُّعَاءِ وَالاسْتِغْفَارِ
“Apabila kalian melihat (gerhana), maka segeralah lari kepada salat, doa, dan istighfar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa menjadi inti dari ibadah saat gerhana. Doa tidak hanya dimaknai sebagai permohonan keselamatan dari bahaya fisik, tetapi juga permohonan agar hati tetap terjaga dari kelalaian. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).
Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal ini saat Terjadi Gerhana Bulan, Bisa Berbahaya!
Adapun doa yang bisa dibaca ketika melihat gerhana bulan total adalah doa umum yang dianjurkan Nabi SAW, yakni memperbanyak istighfar, takbir, dan doa keselamatan. Salah satu doa yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“Ya Allah, jadikanlah fenomena ini sebagai rahmat, jangan jadikan sebagai azab. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berserah diri, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Selain doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan membaca doa sapu jagat yang mencakup keselamatan dunia dan akhirat:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini sederhana tetapi sangat lengkap, karena mencakup permohonan kebahagiaan dunia sekaligus keselamatan akhirat.
Baca Juga: Apa yang Boleh dan yang Tidak Boleh Dilakukan saat Terjadi Gerhana Bulan Total di Indonesia?
Dari sini dapat dipahami bahwa gerhana bulan total seharusnya tidak dipandang dengan rasa takut berlebihan atau sekadar rasa kagum pada fenomena alam. Islam mengajarkan keseimbangan: memahami gerhana secara ilmiah sekaligus menjadikannya sebagai pengingat spiritual.
Dengan doa, zikir, dan salat, seorang Muslim bisa menjadikan momen gerhana bulan total sebagai jalan mendekat kepada Allah dan meraih keselamatan dunia maupun akhirat.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










