Peran Perempuan di Bidang STEM dalam Al-Qur'an dan Hadis

AKURAT.CO Peran perempuan di bidang STEM dalam Al-Qur'an dan Hadis menarik untuk ditelaah di era kontemporer sekarang ini.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern tidak bisa dilepaskan dari kontribusi perempuan, termasuk di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Namun, pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah bagaimana pandangan Islam terhadap peran perempuan dalam bidang ini?
Al-Qur'an dan Hadis sebenarnya telah memberikan landasan yang kuat tentang pentingnya perempuan dalam ranah keilmuan dan pengembangan peradaban, termasuk di bidang sains dan teknologi.
Dalam Al-Qur'an, perempuan seringkali disebutkan sebagai bagian integral dalam pembangunan ilmu dan peradaban.
Islam tidak pernah membatasi perempuan hanya pada ranah domestik, tetapi justru mendorong mereka untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 menjadi salah satu dalil kuat tentang dorongan Islam terhadap pencarian ilmu:
يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
Artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
Baca Juga: Peran Perempuan di Bidang STEM pada Masa Nabi dan Sahabatnya
Ayat ini tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam hal pencarian dan penguasaan ilmu.
Semua orang yang beriman dan berilmu berhak mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah, menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai setiap usaha dalam menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks STEM, ayat ini menjadi motivasi bahwa perempuan pun memiliki potensi besar untuk menjadi ilmuwan, insinyur, ahli teknologi, dan matematikawan.
Dalam sejarah Islam, kita juga menemukan figur-figur perempuan yang berperan besar dalam pengembangan ilmu.
Aisyah binti Abu Bakar, misalnya, dikenal sebagai salah satu perawi Hadis terbanyak dan ahli fiqih. Pengetahuannya yang luas menunjukkan bagaimana perempuan dalam Islam didorong untuk menjadi cendekiawan.
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya pendidikan tanpa memandang gender dalam sabdanya:
طلب العلم فريضة على كل مسلم
Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim."
Kata "Muslim" dalam hadis ini bersifat umum, mencakup laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan potensi mereka di bidang ilmu pengetahuan, termasuk STEM.
Selain itu, Islam juga mengajarkan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.
Bidang STEM sangat relevan dalam mewujudkan prinsip ini, karena sains dan teknologi memainkan peran krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5, Allah memerintahkan manusia untuk membaca dan belajar sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmu:
اقرأ باسم ربك الذي خلق
خلق الإنسان من علق
اقرأ وربك الأكرم
الذي علم بالقلم
علم الإنسان ما لم يعلم
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru dalam Perspektif Hukum Islam: Apa dan Bagaimana?
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa Islam sangat menekankan pendidikan dan pengetahuan sebagai sarana untuk memahami ciptaan Allah dan mengembangkan kehidupan.
Perempuan sebagai bagian dari umat Islam memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan ilmu, termasuk di bidang STEM, untuk memperkaya wawasan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat.
Dengan demikian, baik Al-Qur'an maupun Hadis memberikan dorongan dan dukungan penuh bagi perempuan untuk berkiprah di bidang STEM.
Islam tidak hanya mengakui kemampuan intelektual perempuan tetapi juga menganggap peran mereka sebagai bagian penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu, perempuan Muslimah yang terjun di bidang STEM sebenarnya sedang mengamalkan ajaran Islam dalam bentuk nyata, yaitu menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan berkontribusi untuk kemaslahatan umat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










