Akurat

Bolehkah Niat Puasa Sunnah Senin Sekaligus Qadha Ramadan?

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Februari 2025, 08:00 WIB
Bolehkah Niat Puasa Sunnah Senin Sekaligus Qadha Ramadan?

AKURAT.CO Niat puasa merupakan hal penting dalam diri seseorang saat akan berpuasa. Banyak orang bertanya, apakah boleh menggabungkan niat puasa sunnah Senin dengan qadha puasa Ramadan?

Pertanyaan ini sering muncul terutama bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan tetapi juga ingin mendapatkan keutamaan puasa sunnah.

Dalam kajian fikih, masalah ini berkaitan dengan hukum menggabungkan dua ibadah dalam satu niat atau yang dikenal sebagai tadakhul an-niyyat (tumpang tindih niat).

Secara umum, ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan menggabungkan niat qadha Ramadan dengan puasa sunnah. Sebagian ulama membolehkan, sementara sebagian lainnya tidak.

Mazhab Syafi’i dan Hanbali pada dasarnya membolehkan seseorang menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah seperti Senin atau Kamis.

Dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha lalu bertepatan dengan hari yang disunnahkan berpuasa, maka ia tetap mendapat pahala kedua-duanya.

Baca Juga: Niat Puasa Sunnah Senin, Mudah Dihafal dan Dapat Banyak Pahala

Dalil yang sering dijadikan dasar dalam pembahasan ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:

قالت عائشة رضي الله عنها: كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ، الشُّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه البخاري ومسلم)

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: "Aku masih memiliki utang puasa Ramadan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban karena kesibukanku dengan Rasulullah ﷺ." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa qadha puasa memiliki fleksibilitas waktu, selama masih dalam batas sebelum Ramadan berikutnya.

Dari sini, para ulama berpendapat bahwa jika seseorang ingin menunaikan qadha puasa bertepatan dengan puasa sunnah, maka hal itu tidak mengapa.

Namun, ada juga pendapat yang lebih ketat, terutama dari Mazhab Maliki yang berpegang pada prinsip bahwa ibadah wajib harus dilakukan secara terpisah dan tidak bisa digabungkan dengan ibadah sunnah.

Mereka berpendapat bahwa qadha Ramadan memiliki tujuan khusus, yaitu mengganti kewajiban yang tertinggal, sedangkan puasa sunnah adalah ibadah tambahan.

Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan pahala puasa sunnah, sebaiknya dilakukan secara terpisah dari qadha.

Bagi yang ingin mengambil jalan tengah, solusinya adalah tetap berniat untuk qadha Ramadan, tetapi berharap pahala puasa sunnah dari kemurahan Allah.

Baca Juga: Link Nonton Film IndoXXI LK21 dan Ancaman Konten Bajakan: Perspektif Islam dalam Al-Qur’an

Dalam Islam, niat adalah kunci utama diterimanya amal ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى (رواه البخاري ومسلم)

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari & Muslim)

Dengan demikian, seseorang yang ingin menggabungkan niat puasa Senin dengan qadha Ramadan dapat melakukannya berdasarkan pendapat ulama yang membolehkan.

Namun, bagi yang ingin lebih berhati-hati, bisa memilih untuk memisahkan keduanya.

Yang terpenting adalah tetap melaksanakan ibadah dengan penuh keikhlasan, karena Allah Maha Mengetahui niat hamba-Nya dan Maha Pemurah dalam memberikan pahala.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.