4 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Sya'ban, Nomor 2 Banyak Muslim Tidak Tahu

AKURAT.CO Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriyah.
Sebagai bulan kedelapan dalam sistem lunar Islam, Sya'ban terletak di antara bulan Rajab yang penuh dengan peristiwa agung dan bulan Ramadhan yang sarat dengan keberkahan.
Sejarah Islam mencatat berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan ini, mulai dari perubahan arah kiblat hingga turunnya perintah shalawat kepada Nabi Muhammad.
Dalam kajian ini, kita akan menguraikan peristiwa-peristiwa tersebut berdasarkan sumber-sumber Islam yang otoritatif serta dampaknya terhadap umat Muslim.
1. Perubahan Arah Kiblat: Dari Baitul Maqdis ke Ka'bah
Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam yang terjadi di bulan Sya'ban adalah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Ka'bah di Makkah.
Peristiwa ini terjadi pada tahun kedua Hijriyah ketika Rasulullah Saw sedang melaksanakan shalat di Masjid Bani Salamah (yang kemudian dikenal sebagai Masjid Qiblatain).
Sebelumnya, umat Islam melaksanakan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis, mengikuti tradisi para nabi terdahulu.
Namun, dalam hatinya, Rasulullah SAW memiliki keinginan besar untuk menghadap Ka'bah, kiblatnya Nabi Ibrahim dan tempat yang menjadi pusat spiritual bangsa Arab.
Keinginan ini akhirnya dikabulkan melalui wahyu yang turun dalam Surah Al-Baqarah ayat 144:
"Sungguh, Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka pasti Kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram..." (QS. Al-Baqarah: 144).
Perubahan kiblat ini bukan sekadar perubahan arah fisik dalam ibadah, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam.
Ia menandai pemisahan spiritual antara umat Islam dengan tradisi-tradisi keagamaan sebelumnya serta menegaskan Ka'bah sebagai pusat peribadatan Islam.
Selain itu, perubahan ini juga merupakan ujian keimanan bagi para sahabat Nabi, sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya bahwa perubahan kiblat merupakan cara untuk mengetahui siapa yang benar-benar mengikuti Rasulullah SAW dengan penuh kepatuhan.
2. Turunnya Perintah untuk Memperbanyak Shalawat
Bulan Sya'ban juga menjadi bulan yang diberkahi dengan turunnya perintah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini bersumber dari firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS. Al-Ahzab: 56).
Para mufassir, seperti Imam As-Suyuthi dalam Tafsir ad-Durr al-Mantsur, menyebutkan bahwa perintah ini turun pada bulan Sya'ban.
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam banyak hadis bahwa memperbanyak shalawat di bulan ini memiliki keutamaan tersendiri.
Di antara hikmahnya adalah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi, sebab shalawat merupakan doa untuk beliau dan menjadi sarana bagi umat Islam untuk mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak.
3. Malam Nisfu Sya'ban: Keistimewaan dan Rahmat Allah
Salah satu malam yang paling dinanti dalam Islam adalah malam Nisfu Sya'ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya'ban. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan At-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah).
Meskipun terdapat perbedaan di kalangan ulama mengenai derajat hadis-hadis tentang Nisfu Sya'ban, banyak ulama mengakui bahwa malam ini merupakan salah satu malam yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Baca Juga: Puasa Sunnah Bulan Syaban Mulai Kapan? Ini Niat dan Tata Caranya Lengkap
Secara historis, para ulama klasik, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Al-Ghazali, menyebutkan bahwa malam Nisfu Sya'ban menjadi waktu yang banyak dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk memperbanyak doa, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Tradisi ini terus berlanjut hingga saat ini di berbagai belahan dunia Muslim, di mana umat Islam mengisi malam tersebut dengan shalat, dzikir, dan permohonan ampun.
4. Pencatatan Amal Tahunan
Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa bulan Sya'ban merupakan waktu di mana catatan amal manusia selama satu tahun diangkat dan diserahkan kepada Allah. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Bulan Sya'ban adalah bulan yang dilalaikan oleh manusia, yaitu bulan di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan diangkatnya amalan-amalan manusia kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa’i).
Dari hadis ini, kita memahami bahwa bulan Sya'ban adalah momentum refleksi bagi umat Islam untuk mengevaluasi diri sebelum memasuki Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak puasa di bulan ini sebagai bentuk persiapan spiritual.
Baca Juga: Biar Bisnis dan Rezeki Lancar, Lakukan 3 Amalam Malam Nisfu Syaban Ini
Oleh karena itu, para ulama sering menganjurkan untuk memperbanyak ibadah di bulan Sya'ban sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Kesimpulannya, Bulan Sya'ban memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam, dengan berbagai peristiwa penting yang memberikan hikmah bagi umat Muslim.
Perubahan kiblat menjadi tonggak penting dalam identitas keagamaan Islam, perintah memperbanyak shalawat meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan malam Nisfu Sya'ban menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memohon ampunan dan keberkahan.
Selain itu, pencatatan amal tahunan di bulan ini mengingatkan umat Islam untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah.
Dengan memahami peristiwa-peristiwa ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran penting dan memanfaatkan bulan Sya'ban sebagai waktu untuk memperbaiki kualitas spiritual mereka sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









