Akurat

Nonton Film Indoxxi, Seberapa Besar Dosa Menikmati Barang Ilegal dalam Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Februari 2025, 05:15 WIB
Nonton Film Indoxxi, Seberapa Besar Dosa Menikmati Barang Ilegal dalam Islam?

AKURAT.CO Nonton film Indoxxi menjadi salah satu hal yang banyak dinikmati oleh sebagian orang untuk menonton film di situs ilegal tersebut.

Di era digital saat ini, kemudahan mengakses berbagai hiburan melalui internet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, kemudahan itu juga membawa persoalan etis dan hukum, terutama ketika kita menyangkut penggunaan platform yang menyediakan konten secara ilegal, seperti situs nonton film Indoxxi.

Dalam konteks Islam, pertanyaan yang sering muncul adalah: seberapa besar dosa menikmati barang ilegal, terutama bila hal tersebut berkaitan dengan hak cipta dan keadilan terhadap para pencipta karya?

Dalam ajaran Islam, hak dan keadilan merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi. Umat Islam diajarkan untuk tidak mengambil apa yang bukan haknya dan selalu menghormati hak orang lain.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه”, yang artinya, “Tidaklah salah seorang di antara kamu beriman sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”

Hadis ini mengajarkan bahwa keimanan seseorang tidak lengkap jika ia tidak mau memberikan kepada orang lain apa yang layak diterima, termasuk hak-hak atas hasil karya.

Baca Juga: Hukum Nonton Film Indoxxi LK21 yang Ilegal dalam Perspektif Hadis Nabi

Ketika seseorang menonton film secara ilegal, pada dasarnya ia turut serta dalam mengambil hak yang seharusnya menjadi milik para pembuatnya.

Hak cipta adalah bentuk kekayaan intelektual yang harus dihormati dan dijaga, sebagaimana dinu’kan dalam nilai-nilai keadilan dan kejujuran yang diajarkan Islam.

Selain itu, terdapat prinsip yang sangat mendasar dalam syariat Islam, yaitu “لا ضرر ولا ضرار”, yang berarti “Tidak ada bahaya dan tidak boleh saling membahayakan.”

Prinsip ini mengandung pesan bahwa setiap tindakan yang dapat menimbulkan kerugian, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, hendaknya dihindari.

Dalam konteks menikmati barang ilegal, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh para pencipta dan pemilik karya, tetapi juga berdampak pada sistem industri kreatif secara keseluruhan.

Dengan demikian, dengan secara tidak langsung kita turut merusak keseimbangan dan keadilan dalam masyarakat.

Al-Quran juga memberikan pedoman mengenai pentingnya tidak mengurangi hak orang lain.

Meskipun tidak ada ayat yang secara spesifik menyebutkan tentang konten ilegal atau pelanggaran hak cipta, prinsip “وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ” yang berarti “Dan janganlah kamu mengurangi hak orang lain” merupakan landasan umum yang mendorong kita untuk menghormati hak milik, termasuk hak atas karya intelektual.

Pelanggaran terhadap hak tersebut, meskipun mungkin terlihat sepele dalam konteks hiburan, tetap merupakan perbuatan yang tidak sejalan dengan ajaran keadilan dalam Islam.

Sebagian ulama berpendapat bahwa menikmati konten ilegal merupakan bentuk pembajakan yang berdosa karena tindakan tersebut mengakibatkan kerugian langsung kepada pencipta dan pemilik karya.

Dalam pandangan mereka, meskipun dampaknya mungkin terasa kecil bagi penonton, akumulasi dari banyak tindakan seperti ini dapat merusak sistem ekonomi dan sosial, serta menimbulkan kezaliman terhadap orang lain.

Dengan mengetahui nilai keadilan yang tinggi dalam Islam, seorang Muslim seharusnya berhati-hati dalam memilih sumber hiburan yang tidak melanggar hak cipta dan merugikan pihak lain.

Baca Juga: Nonton Film IndoXXI LK21 Berbahaya karena Ilegal, Ini Pesan Islam untuk Berhati-hati dalam Melakukan Sesuatu yang Merugikan

Pada akhirnya, keimanan yang sejati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap hak orang lain dan usaha untuk selalu berbuat adil.

Menonton film melalui platform ilegal tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga mencerminkan sikap hati terhadap nilai-nilai moral dan etika.

Oleh karena itu, dalam kerangka ajaran Islam, hendaknya setiap Muslim berusaha untuk menjauhi perbuatan yang dapat menimbulkan kerugian bagi sesama, dengan tetap mencari alternatif hiburan yang halal dan mendukung para pencipta karya secara sah.

Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, kita diingatkan bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, memiliki konsekuensi baik di dunia maupun di akhirat.

Menghormati hak cipta bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap hukum dunia, melainkan juga wujud ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya untuk selalu berlaku adil dan menghindari segala bentuk kerugian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.