Hukum Muslim Memberi Ucapan Selamat Imlek Gong Xi Fa Cai

AKURAT.CO Berikut ini hukum Islam tentang hukum muslim memberikan ucapan selamat Imlek Gong Xi Fa Cai.
Setiap tahun, masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh suka cita.
Sebagai bentuk penghormatan dan toleransi, sering kali umat Islam dihadapkan pada pertanyaan tentang hukum memberikan ucapan selamat, seperti "Gong Xi Fa Cai," kepada mereka yang merayakannya.
Dalam Islam, interaksi sosial dan hubungan baik dengan sesama manusia sangat dianjurkan, tetapi pada saat yang sama, umat Muslim juga harus memastikan bahwa setiap tindakan mereka sesuai dengan ajaran syariat.
Prinsip Umum dalam Islam tentang Interaksi Sosial
Islam mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia, termasuk dengan non-Muslim. Salah satu dalil yang sering dikemukakan dalam hal ini adalah firman Allah dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 8:
اللَّهُ لَا يَنْهَاكُمْ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
Baca Juga: 50 Ucapan Selamat Imlek Gong Xi Fa Cai yang Dapat Disampaikan oleh Orang Islam
Ayat ini menunjukkan bahwa selama seseorang tidak memusuhi Islam atau menindas kaum Muslim, maka tidak ada larangan untuk berbuat baik dan menunjukkan sikap ramah kepada mereka.
Memberikan ucapan selamat kepada non-Muslim dalam perayaan mereka, selama tidak mengandung unsur pengakuan terhadap akidah mereka yang bertentangan dengan Islam, dapat dikategorikan sebagai bentuk muamalah yang baik.
Pandangan Ulama tentang Memberi Ucapan Selamat Imlek
Sebagian ulama membolehkan umat Islam memberikan ucapan selamat dalam perayaan yang bersifat budaya, selama tidak mengandung unsur ibadah atau keyakinan tertentu yang bertentangan dengan Islam.
Dalam konteks Imlek, ucapan "Gong Xi Fa Cai" sendiri memiliki arti harfiah "semoga mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan," yang merupakan harapan baik secara umum dan tidak berkaitan langsung dengan unsur keyakinan agama tertentu.
Syaikh Yusuf Al-Qaradawi, seorang ulama kontemporer, menyebutkan bahwa mengucapkan selamat atas hari besar non-Muslim yang bersifat adat atau budaya diperbolehkan selama tidak ada unsur syirik di dalamnya. Pandangan ini sejalan dengan kaidah fikih yang berbunyi:
العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ
Artinya: "Adat kebiasaan dapat dijadikan hukum (selama tidak bertentangan dengan syariat)."
Dengan demikian, jika ucapan selamat yang diberikan hanya merupakan bentuk penghormatan dan interaksi sosial tanpa mengandung unsur keyakinan agama lain, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai bagian dari hubungan baik antar sesama manusia yang dianjurkan dalam Islam.
Kehati-hatian dalam Menjaga Akidah
Meskipun memberikan ucapan selamat seperti "Gong Xi Fa Cai" dapat dikategorikan sebagai muamalah yang diperbolehkan, umat Islam tetap harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam praktik yang bertentangan dengan keyakinan tauhid.
Baca Juga: Libur Nasional Cuti Bersama Imlek, Ini 5 Rekomendasi Kegiatan yang Islami untuk Anak
Misalnya, jika dalam perayaan Imlek terdapat ritual keagamaan seperti sembahyang kepada leluhur atau dewa tertentu, maka seorang Muslim tidak boleh ikut serta dalam ritual tersebut. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Kafirun ayat 6:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
Ayat ini menegaskan batasan antara akidah Islam dan keyakinan agama lain. Oleh karena itu, dalam menjalin hubungan baik dengan non-Muslim, seorang Muslim tetap harus menjaga kemurnian tauhidnya dan tidak terlibat dalam praktik yang dapat merusak keyakinannya.
Kesimpulannya, memberikan ucapan selamat Imlek seperti "Gong Xi Fa Cai" pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam selama tidak mengandung unsur pengakuan terhadap akidah lain atau keterlibatan dalam ritual keagamaan tertentu.
Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap baik dan adil kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan. Namun, umat Muslim juga harus tetap menjaga batas-batas syariat dan tidak terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan tauhid.
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, umat Islam dapat menjalani kehidupan bermasyarakat yang harmonis tanpa mengorbankan nilai-nilai agama mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










