5 Ayat Al-Qur'an yang Cocok Dibaca Saat Peringatan Isra Mi'raj 2025

AKURAT.CO Isra Mi'raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang menjadi bukti keagungan Allah SWT dan mukjizat Rasulullah SAW.
Perjalanan malam yang penuh hikmah ini tidak hanya mempertegas kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir, tetapi juga membawa pesan-pesan spiritual yang mendalam bagi umat manusia.
Dalam memperingati Isra Mi'raj 2025, membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat memperkuat iman serta menghadirkan ketenangan jiwa.
Berikut adalah lima ayat Al-Qur'an yang penuh makna dan relevan untuk direnungkan pada momen ini.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra’ (17:1):
سُبْحَانَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Ayat ini menjadi inti dari peristiwa Isra Mi'raj, mengingatkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW merupakan manifestasi langsung dari kekuasaan Allah.
Dengan menghayati ayat ini, kita dapat merenungkan betapa Allah memperjalankan Rasul-Nya untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, sekaligus mengajarkan umat Islam tentang keimanan yang kokoh.
Baca Juga: Isra Mi'raj 2025 Kapan? Ini 5 Tema Menarik untuk Peringatan Isra Mi'raj
Selanjutnya, ayat dalam Surah An-Najm (53:13-14) juga relevan untuk direnungkan:
وَلَقَدْ رَءَاهُۥ نَزْلَةً أُخْرَىٰ. عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ
"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya (Jibril) pada kesempatan yang lain. Di Sidratul Muntaha."
Ayat ini mengingatkan tentang momen luar biasa ketika Nabi Muhammad SAW menyaksikan Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang menjadi batas pengetahuan makhluk.
Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa Isra Mi'raj bukanlah sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntun umat Islam memahami dimensi keimanan yang lebih dalam.
Dalam Surah Thaha (20:14), Allah SWT berfirman:
إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku."
Ayat ini menegaskan pentingnya salat, yang diamanahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Di tengah peristiwa besar itu, kewajiban salat lima waktu menjadi salah satu inti ajaran yang diberikan kepada umat Islam, mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga salat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.
Ayat lain yang menggugah untuk direnungkan adalah Surah Al-Baqarah (2:285):
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ
"Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Mereka semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,' dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Tuhan kami. Hanya kepada Engkaulah tempat kembali.'"
Ayat ini memperkuat iman kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus menjadi refleksi bagi umat Islam untuk selalu tunduk dan taat kepada perintah-Nya.
Dalam konteks Isra Mi'raj, ayat ini menekankan pentingnya keyakinan kepada wahyu yang diberikan melalui Rasulullah SAW.
Baca Juga: 50 Tema Isra Mi'raj 2025 untuk Peringatan di Sekolah dan Madrasah
Terakhir, Surah Al-Ankabut (29:45) juga relevan untuk direnungkan:
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an), dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ayat ini sekali lagi mengingatkan tentang esensi salat, yang menjadi sarana untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam peringatan Isra Mi'raj, ayat ini menginspirasi umat Islam untuk menjadikan salat sebagai jalan hidup yang utama.
Dengan membaca dan merenungkan ayat-ayat ini, semoga peringatan Isra Mi'raj 2025 menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan kesadaran kita akan kebesaran Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









