Akurat

Film Yandex Browser Jepang, Apakah Kontennya Bertentangan dengan Nilai-Nilai Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 11 Januari 2025, 07:20 WIB
Film Yandex Browser Jepang, Apakah Kontennya Bertentangan dengan Nilai-Nilai Islam?

AKURAT.CO Dalam era digital, akses informasi semakin mudah diperoleh melalui berbagai platform, salah satunya adalah Yandex Browser.

Platform ini sering menjadi perbincangan karena kemampuannya menampilkan berbagai konten, termasuk film dan video dari berbagai negara.

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah konten film Jepang yang diakses melalui platform tersebut.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah konten ini sesuai atau bertentangan dengan nilai-nilai Islam?

Islam sebagai agama yang sempurna memberikan pedoman hidup yang mencakup aspek moral, sosial, hingga hiburan.

Dalam hal ini, menonton film atau hiburan apapun seharusnya tidak melanggar prinsip-prinsip syariat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra: 36).

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap aktivitas manusia, termasuk apa yang dilihat dan didengar, harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Oleh karena itu, jika sebuah film mengandung konten yang tidak senonoh, melanggar akhlak Islam, atau mendorong perilaku yang dilarang, maka jelas hukumnya tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Nonton Film LK21 Bahaya, Islam Ajarkan Kejujuran dalam Menikmati Hiburan

Sebagian besar konten film Jepang yang sering diakses melalui Yandex Browser mengandung unsur budaya yang sangat berbeda dengan prinsip Islam.

Dalam beberapa kasus, terdapat konten yang tidak sesuai dengan standar kesusilaan Islam, seperti adegan yang membuka aurat, kekerasan yang tidak mendidik, atau bahkan unsur pornografi.

Islam menentang segala bentuk penyebaran hal-hal yang memicu nafsu syahwat. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّمَا لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

"Janganlah engkau mengikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama adalah milikmu, sedangkan yang kedua bukan hakmu." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Hadis ini menegaskan bahwa Islam sangat menjaga kesucian pandangan mata, karena dari pandangan yang tidak dijaga dapat memunculkan dosa yang lebih besar.

Selain itu, konten hiburan yang tidak mendidik juga dapat mengalihkan umat Islam dari tujuan hidupnya yang utama, yaitu beribadah kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Hiburan yang Islami seharusnya mendukung tujuan ini, bukan malah menjadi penghalang. Jika sebuah film membawa seseorang pada kelalaian dan menjauhkannya dari mengingat Allah, maka film tersebut telah melampaui batasan yang diizinkan oleh syariat.

Sebagai seorang Muslim, kita juga diajarkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dalam hadis Nabi disebutkan:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Aplikasi Nonton Anime Gratis Sub Indo Lengkap di Mana? Cek 10 Situs Streaming Film Legal Berikut

Jika waktu luang dihabiskan untuk menonton konten yang tidak bermanfaat, apalagi yang melanggar syariat, maka hal ini termasuk dalam bentuk kelalaian yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, umat Islam perlu selektif dalam memilih hiburan, termasuk film yang ditonton melalui platform seperti Yandex Browser.

Kesimpulannya, film Jepang yang diakses melalui Yandex Browser dapat bertentangan dengan nilai-nilai Islam jika mengandung unsur yang melanggar syariat.

Seorang Muslim harus menjaga pandangan, pendengaran, dan hatinya dari hal-hal yang bisa merusak keimanan.

Sebaiknya, pilihlah hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, memperkuat iman, dan membawa manfaat dunia serta akhirat. Wallahu a'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.