Akurat

Download Film Yandex Browser Jepang, Apakah Bertentangan dengan Nilai-Nilai Agama Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 11 Januari 2025, 05:45 WIB
Download Film Yandex Browser Jepang, Apakah Bertentangan dengan Nilai-Nilai Agama Islam?

 

AKURAT.CO Dalam era digital, akses terhadap berbagai konten menjadi semakin mudah.

Salah satu platform yang sering digunakan adalah Yandex Browser, yang dikenal mampu menampilkan hasil pencarian dari berbagai sumber, termasuk film Jepang.

Namun, sebagai seorang Muslim, penting untuk mempertimbangkan apakah tindakan seperti ini sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Perlu kiranya kita menelaah persoalan ini dengan mendalam berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan prinsip syariah.

Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan harus didasarkan pada kebenaran, kejujuran, dan menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan mendekati kemaksiatan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra: 36).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap yang kita lihat, dengar, dan rasakan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Menonton film, khususnya melalui media yang sering kali melanggar hak cipta atau berisi konten yang tidak islami, dapat mengarah pada hal-hal yang tidak diridhai Allah.

Film Jepang, misalnya, kadang kala mengandung unsur budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti adegan yang tidak sopan, eksploitasi tubuh manusia, atau pemikiran yang bertentangan dengan akidah.

Selain itu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

"مَنْ حَسُنَ إِسْلَامُ الْمَرْءِ تَرَكَ مَا لَا يَعْنِيهِ"

Artinya: "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi).

Baca Juga: Nonton Film LK21 Bahaya, Islam Ajarkan Kejujuran dalam Menikmati Hiburan

Hadis ini menjadi landasan penting untuk menghindari aktivitas yang tidak memberikan manfaat dunia maupun akhirat.

Jika konten yang diakses melalui Yandex Browser hanya memberikan hiburan semata tanpa ada nilai edukatif atau spiritual, maka lebih baik ditinggalkan.

Terlebih, jika konten tersebut melibatkan pelanggaran hak cipta, itu jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan keadilan dan penghormatan terhadap hak orang lain.

Lebih jauh, Islam juga melarang segala sesuatu yang dapat mendekatkan seseorang pada dosa. Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).

Jika film yang diakses mengandung unsur pornografi atau adegan-adegan yang menggiring kepada dosa, maka itu termasuk mendekati zina yang dilarang oleh Allah. Islam memerintahkan kita untuk menjaga pandangan dan hati dari hal-hal yang dapat merusak iman.

Oleh karena itu, tindakan mendownload film melalui Yandex Browser atau media serupa hendaknya ditimbang berdasarkan manfaat dan mudaratnya.

Jika kontennya bermanfaat, edukatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam, maka tidak ada larangan dalam syariat.

Baca Juga: Poster Film Horor Pabrik Gula Dinilai Terlalu Vulgar, Islam Sarankan Begini Agar Lebih Sopan dan Tetap Menarik!

Sebaliknya, jika kontennya merusak moral, melanggar hak cipta, atau berisi hal-hal yang bertentangan dengan akidah, maka lebih baik dihindari.

Sebagai Muslim, kita harus senantiasa menyadari bahwa hidup ini adalah ujian. Memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang diridhai Allah adalah bentuk ibadah yang bernilai tinggi.

Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.