Akurat

Virus Human Metapneumovirus Melanda China, Ini Imbauan Islam Agar Terhindar dari Wabah Virus Berbahaya

Lufaefi | 6 Januari 2025, 11:30 WIB
Virus Human Metapneumovirus Melanda China, Ini Imbauan Islam Agar Terhindar dari Wabah Virus Berbahaya

AKURAT.CO Dalam beberapa waktu terakhir, dunia dikejutkan oleh merebaknya wabah Human Metapneumovirus (HMPV) di China.

Virus ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan gejala serius, terutama pada anak-anak, lansia, atau mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sebagai umat Muslim, menghadapi wabah semacam ini tidak hanya menjadi tantangan kesehatan, tetapi juga ujian keimanan.

Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, memberikan panduan yang jelas tentang cara menghadapi penyakit menular dan menjaga kesehatan.

Salah satu prinsip penting yang diajarkan Islam dalam menghadapi wabah adalah tawakal, yaitu berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.

Baca Juga: Human Metapneumovirus Melanda China, Bagaimana Penanganan Wabah Virus di Masa Rasulullah SAW?

Nabi Muhammad Saw mengajarkan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

الطَّهور شطر الإيمان

"Kebersihan adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim).

Hadis ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan seorang Muslim. Dalam konteks wabah virus, menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dari orang yang sakit, dan menggunakan masker, merupakan bentuk ikhtiar yang dianjurkan.

Selain itu, Islam juga mengajarkan untuk tidak mendekati wilayah yang terkena wabah. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ

"Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika wabah terjadi di tempat kalian berada, maka janganlah kalian keluar darinya untuk menghindar." (HR. Bukhari dan Muslim).

Panduan ini sangat relevan dalam situasi seperti sekarang, di mana pembatasan perjalanan dan isolasi menjadi bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus.

Islam mengajarkan pentingnya menghormati kebijakan yang bertujuan melindungi masyarakat luas dari bahaya penyakit menular.

Selain langkah pencegahan fisik, Islam juga menekankan pentingnya doa dan dzikir untuk memohon perlindungan dari Allah. Dalam sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW, beliau sering memohon perlindungan dari berbagai penyakit:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan penyakit-penyakit buruk lainnya." (HR. Abu Dawud).

Doa ini menjadi salah satu bentuk pengingat bahwa segala sesuatu, termasuk kesembuhan, berasal dari Allah. Seorang Muslim hendaknya selalu berdoa agar senantiasa dilindungi dari penyakit dan diberikan kesehatan.

Baca Juga: Terungkap! 4 Fakta Soal Human Metapneumovirus atau Virus HMPV yang Menyebar di China

Terakhir, Islam juga mendorong umatnya untuk memiliki sikap optimis dan tidak menebarkan ketakutan di tengah masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menyebarkan informasi yang benar dan menenangkan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam, umat Muslim dapat menghadapi wabah dengan sikap yang bijak.

Kebersihan, doa, dan ketaatan terhadap ajaran agama menjadi kunci untuk melindungi diri dari bahaya virus seperti HMPV.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari segala penyakit dan wabah yang berbahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.