Akurat

Human Metapneumovirus Melanda China, Bagaimana Penanganan Wabah Virus di Masa Rasulullah SAW?

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Januari 2025, 08:00 WIB
Human Metapneumovirus Melanda China, Bagaimana Penanganan Wabah Virus di Masa Rasulullah SAW?

AKURAT.CO Di awal tahun 2025, dunia kembali dihadapkan pada ancaman wabah penyakit yang menyebar dengan cepat. Kali ini, sebuah virus bernama Human Metapneumovirus (hMPV) dilaporkan melanda China.

Virus ini diketahui menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan gangguan sistem imun.

Berita tentang penyebaran hMPV segera menarik perhatian dunia, mengingat pengalaman pahit pandemi sebelumnya.

Dalam konteks ini, pelajaran dari sejarah Islam, terutama cara Rasulullah SAW menghadapi wabah, menjadi relevan untuk direnungkan.

Rasulullah SAW hidup di era tanpa teknologi medis modern, namun beliau meninggalkan prinsip-prinsip penanganan wabah yang sangat relevan.

Salah satu hadis yang sering dikutip dalam konteks ini adalah sabda beliau: "Jika kamu mendengar wabah terjadi di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya. Dan jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari tempat itu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Megathrust Selat Sunda Bisa Meledak Kapan Saja, Ini Doa Agar Selamat dari Bencana

Prinsip ini dikenal dalam dunia medis sebagai karantina, yaitu tindakan membatasi pergerakan orang untuk mencegah penyebaran penyakit.

Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah juga menekankan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Beliau menganjurkan umatnya untuk menjaga wudhu, mencuci tangan sebelum dan setelah makan, serta menutup makanan dan minuman agar terhindar dari kontaminasi.

Dalam konteks wabah, tindakan ini memiliki relevansi yang kuat dalam meminimalkan penularan penyakit.

Ketika wabah melanda, Rasulullah tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menguatkan iman dan mental masyarakat. Beliau mengajarkan bahwa musibah seperti wabah adalah ujian dari Allah yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakal.

Dalam sebuah hadis disebutkan, "Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah, rasa sakit, atau kesusahan, melainkan itu akan menjadi penghapus dosanya." (HR. Bukhari).

Dengan pendekatan ini, Rasulullah berhasil menjaga stabilitas emosi dan spiritual umatnya, sehingga mereka tidak panik atau kehilangan harapan.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, prinsip-prinsip Rasulullah diterapkan secara nyata ketika wabah Tha’un melanda wilayah Syam.

Umar, yang saat itu hendak berkunjung, memutuskan untuk tidak memasuki wilayah tersebut setelah bermusyawarah dengan para sahabat.

Keputusan ini tidak hanya menunjukkan kepatuhan pada ajaran Rasulullah, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kebijakan berbasis ilmu dan kolektif dalam menangani krisis kesehatan.

Kembali ke situasi saat ini, pelajaran dari Rasulullah SAW memberikan pijakan moral dan praktis dalam menghadapi wabah seperti hMPV.

Baca Juga: Doa Terhindar dari Virus Seperti Virus HMPV China

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan, prinsip-prinsip Islam tetap relevan sebagai panduan hidup.

Karantina, kebersihan, kesabaran, dan solidaritas adalah elemen yang dapat diterapkan untuk mencegah penyebaran virus, sekaligus menjaga harmoni masyarakat.

Sejarah telah membuktikan bahwa wabah adalah bagian dari ujian kehidupan manusia.

Dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memadukannya dengan pendekatan ilmiah modern, umat manusia dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih bijaksana dan penuh keyakinan.

Seperti yang diajarkan Rasulullah, wabah bukan hanya ujian, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.