Meraih Kemuliaan di Tahun Mendatang

SETIAP orang tanpa kecuali pasti menginginkan kemuliaan, tidak hanya kemuliaan dihadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah. Sebab buat apa mulia dalam pandangan manusia tetapi hina dalam pandangan Allah.
Ibnu Ajibah dalam karyanya Iqadzul Humam Fi Syarhil Hikam, katanya apa yang dalam pandangan manusia besar dan mulia bisa jadi kecil dan hina dalam pandangan Allah, ketika pada kebesaran dan kemuliaan tersebut tercemar dan terkontaminasi dengan kemaksiatan kepada Allah.
Sungguh banyak orang yang gagal fokus dan salah paham tentang cara memperoleh kemuliaan. Ada orang yang menganggap bahwa kemuliaan terdapat pada kekayaan dan harta yang melimpah. Ada juga orang yang menganggap bahwa kemuliaan ada pada jabatan, pangkat dan kedudukan yang terhormat.
Selain itu juga ada orang yang menganggap bahwa kemuliaan ada pada keturunan, bangsawan, darah biru atau lainnya. Sejatinya pandangan yang demikian itu sangat keliru dan berbahaya.
Baca Juga: Sejarah Masuknya Tradisi Perayaan Tahun Baru Masehi ke Dunia Islam, Sebabnya Begini
Sebab ketika kemuliaan dianggap ada pada harta kekayaan yang melimpah maka seseorang dipastikan akan berusaha memperolehnya sekuat tenaga dan berbagai cara, termasuk cara yang haram dan melanggar hukum.
Ketika kemuliaan dianggap ada pada jabatan dan kedudukan terhormat, maka segenap cara ditempuh asal yg penting dapat jabatan terhormat. Demikian juga ketika kemuliaan dianggap ada pada keturunan terhormat, maka kemanapun dan di manapun ia berada akan selalu membawa bawa nama keturunannya.
Lalu bagaimana dengan Islam? Apa yang Islam tawarkan untuk memperoleh kemuliaan?.
Sesungguhnya konsep Islam tentang kemuliaan sangat sederhana dan mudah. Allah tegaskan soal itu dalam Al Qur'an surat al Hujurat (49) ayat 13.
Allah berfirman: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Pada ayat tersebut Allah tegaskan kemuliaan bukan atas dasar jenis kelamin, kebangsaan dan kesukuan, tetapi atas dasar ketaqwaan total kepada Allah (inna akramakum indallah atqakum).
Maka dalam Islam setiap orang dan siapa saja sama-sama punya kesempatan dapat memperoleh kemuliaan asalkan ia mampu tampil menjadi orang yang paling bertaqwa kepada Allah.
Taqwa yang termanifestasi pada kehidupan nyata sehari-hari dalam bentuk prilaku terpuji, akhlak mulia, rendah hati, jujur, amanah, mudah meringankan kesusahan orang lain, profesional dalam bekerja, rela berderma dan berkorban untuk kepentingan sosial, tdk sombong apalagi arogan dan sebagainya.
Maka sepantasnya kita jangan pernah berkecil hati untuk jadi mulia. Tidak mengapa berharta sedikit, tidak berkedudukan terhormat, dan bukan dari keturunan darah biru dan bangsawan, asalkan kita mampu tampil di manapun dan kapanpun sebagai manusia yang paling bertaqwa kepada Allah SWT.
Kini kita sudah sampai di penghujung tahun 2024. Artinya, dalam hitungan jam segera akan memasuki gerbang tahun 2025.
Baca Juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru 2025 Menyentuh Hati, Penuh Makna Untuk Caption di Medsos
Seharusnya kita menyadari bahwa pekerjaan rumah kita sesungguhnya bukan menambah dan menumpuk harta dan kekayaan, bukan pula mengejar jabatan, pangkat dan kedudukan, juga bukan membangga-banggakan keturunan, tetapi pekerjaan rumah kita yang sesungguhnya yang harus kita siapkan dan kerjakan di tahun mendatang adalah memperkokoh dan memaksimalkan ketaqwaan kepada Allah.
Sebab, hanya dengan taqwa yang optimal dan ketaatan yang maksimal, kita dipastikan akan dapat meraih kehormatan dan menggapai kemuliaan di hadapan sesama manusia sekaligus juga di hadapan Allah SWT.
Selamat menyongsong tahun baru. Semangat meraih hidup baru, hidup yang bertabur kemuliaan dan kehormatan dalam balutan cinta dan rida Allah SWT.
Musfirah Nurlaili, MA. CDAI, C. AH
(Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









