AKURAT.CO Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram" (QS. At-Taubah: 36).
Namun, keutamaan bulan Rajab sering kali hanya dibahas secara umum, seperti penegasan bahwa bulan ini merupakan bulan haram. Berikut ini adalah beberapa keutamaan yang jarang dibahas, namun memiliki landasan ilmiah dan spiritual yang kuat.
1. Bulan Rajab dan Penyucian Jiwa
Rajab sering diibaratkan sebagai bulan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan, tetapi sedikit yang menyadari hubungan psikologisnya.
Dalam tradisi tasawuf, Rajab adalah waktu untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki akhlak. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa bulan ini adalah kesempatan untuk mengobati penyakit hati seperti iri, dengki, dan amarah.
Sebuah penelitian psikologi spiritual menunjukkan bahwa momen introspeksi seperti ini dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan ketenangan batin.
2. Rajab Sebagai Bulan Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Rajab adalah bulan yang sering kali dilupakan dalam konteks sejarah. Salah satu peristiwa yang terjadi pada bulan ini adalah Isra dan Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan naiknya beliau ke Sidratul Muntaha.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, perjalanan ini disebutkan sebagai manifestasi keimanan yang mendalam.
سُبْحَانَ ٱلَّذِيٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ
Artinya: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya" (QS. Al-Isra: 1).
Peristiwa ini tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memberikan pesan penting tentang hubungan antara ibadah dan tanggung jawab sosial.
3. Rajab dan Doa yang Mustajab
Dalam beberapa riwayat, bulan Rajab disebut sebagai bulan untuk memperbanyak doa dan istighfar. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan."
Baca Juga: Lupa Niat Puasa Bulan Rajab Malam Hari, Bolehkah Diganti di Siang Hari?
Doa ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mencerminkan optimisme dan harapan akan perbaikan spiritual yang mendalam. Dalam konteks kesehatan mental, harapan seperti ini berperan dalam meningkatkan kesejahteraan emosional.
4. Rajab Sebagai Bulan Persiapan Amal
Amal di bulan Rajab sering dikaitkan dengan membangun kebiasaan baik yang akan berlanjut hingga Ramadan.
Dalam sebuah kajian oleh para ulama, disebutkan bahwa membiasakan amal kecil seperti sedekah dan membaca Al-Qur'an di bulan ini dapat meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan.
Sebuah studi tentang kebiasaan manusia juga menunjukkan bahwa kebiasaan yang konsisten selama 30-40 hari cenderung bertahan lebih lama, sehingga Rajab dan Sya’ban menjadi bulan yang strategis untuk memulai kebiasaan baik.
5. Rajab dan Tanda-Tanda Kebesaran Allah di Alam
Rajab sering dilihat sebagai bulan keagungan Allah yang tercermin pada alam. Sejumlah ulama tafsir memandang bahwa kekhususan Rajab juga dapat dikaitkan dengan fenomena alam yang menunjukkan kebesaran Allah, seperti pergantian musim dan keindahan alam.
Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa keindahan alam merupakan tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan pada bulan-bulan haram.
Baca Juga: Niat Puasa Bulan Rajab, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Rajab bukan hanya bulan yang dipenuhi dengan ritual, tetapi juga merupakan momen yang mendalam untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial.
Dengan memahami keutamaan-keutamaan yang jarang dibahas ini, umat Islam dapat memaksimalkan bulan Rajab sebagai tonggak perubahan diri menuju kebaikan.