Akurat

5 Bentuk Kegagalan Partai Politik dalam Sebuah Negara Perspektif Islam

Lufaefi | 19 Desember 2024, 09:30 WIB
5 Bentuk Kegagalan Partai Politik dalam Sebuah Negara Perspektif Islam

AKURAT.CO Dalam Islam, partai politik atau kelompok yang bertujuan untuk memimpin suatu negara memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keadilan, kesejahteraan, dan kepatuhan terhadap syariat Allah.

Namun, ada berbagai bentuk kegagalan yang dapat terjadi ketika partai politik tidak menjalankan amanahnya dengan benar.

Berikut adalah lima bentuk kegagalan partai politik dalam perspektif Islam, disertai dalil-dalil yang relevan.

1. Mengabaikan Prinsip Keadilan

Salah satu prinsip utama dalam Islam adalah keadilan. Ketika partai politik gagal menegakkan keadilan, mereka telah mengkhianati tugas utamanya. Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa: 58).

Ketika sebuah partai lebih mementingkan kepentingan kelompok atau individu tertentu daripada menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat, mereka telah melanggar perintah Allah.

2. Mengutamakan Kepentingan Duniawi

Partai politik sering kali tergoda untuk mengejar kekuasaan demi keuntungan duniawi semata. Hal ini bertentangan dengan prinsip Islam, yang menekankan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ وَإِنَّهَا سَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Sesungguhnya kalian akan berambisi terhadap kepemimpinan, padahal ia akan menjadi penyesalan pada hari kiamat." (HR. Bukhari).

Ketika partai politik hanya berfokus pada kekayaan dan kekuasaan, mereka telah mengabaikan tujuan mulia dari kepemimpinan, yaitu melayani rakyat sesuai syariat.

Baca Juga: Saldo Dana Kaget Jadi Trending, Apa Hukum Mendapatkan Hadiah Cuma-Cuma dari Sebuah Aplikasi Digital?

3. Tidak Menegakkan Hukum Allah

Islam mengajarkan bahwa hukum Allah adalah pedoman utama dalam menjalankan pemerintahan. Ketika partai politik gagal menegakkan hukum ini, mereka telah menyimpang dari jalan yang benar. Allah berfirman:

وَمَن لَّمۡ يَحۡكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ

Artinya: "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." (QS. Al-Ma'idah: 44).

Hukum Allah adalah sumber keadilan yang hakiki, dan meninggalkannya berarti mengabaikan petunjuk yang sempurna.

4. Melakukan Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan

Korupsi adalah salah satu bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang diemban oleh partai politik. Dalam Islam, pengkhianatan terhadap amanah adalah dosa besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنِ ٱسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَىٰ عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا أَوْ أَكْثَرَ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ

Artinya: "Barang siapa yang kami angkat untuk suatu tugas lalu ia menyembunyikan sesuatu dari kami, walau hanya sebatang jarum, maka itu adalah pengkhianatan yang akan dibawanya pada hari kiamat." (HR. Muslim).

Korupsi tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga menghancurkan kepercayaan terhadap institusi pemerintahan.

5. Tidak Memperhatikan Kesejahteraan Rakyat

Islam menekankan pentingnya pemimpin memperhatikan kebutuhan rakyatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

ٱلْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Seorang pemimpin adalah pengurus rakyatnya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika partai politik gagal memberikan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan, mereka telah gagal menjalankan tanggung jawabnya.

Baca Juga: Mengenal Pulau Natal, Pulau Kecil yang Dihuni Oleh Mayoritas Umat Islam

Dalam perspektif Islam, kegagalan partai politik bukan hanya masalah duniawi tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Oleh karena itu, partai politik harus selalu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman utama dalam segala tindakannya, demi menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.