Akurat

Mengenal Pulau Natal, Pulau Kecil yang Dihuni Oleh Mayoritas Umat Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 18 Desember 2024, 11:00 WIB
Mengenal Pulau Natal, Pulau Kecil yang Dihuni Oleh Mayoritas Umat Islam

AKURAT.CO Pulau Natal, sebuah pulau kecil yang terletak di Samudra Hindia, berada di selatan Pulau Jawa, Indonesia, dan merupakan bagian dari wilayah Australia.

Pulau ini memiliki luas sekitar 135 kilometer persegi dan dikenal dengan ekosistemnya yang unik serta kekayaan budaya dan sejarah.

Pulau Natal terbentuk dari aktivitas vulkanik, dengan geologi yang didominasi oleh batu kapur hasil akumulasi sisa-sisa organisme laut selama jutaan tahun, seperti karang dan kerang.

Berdasarkan buku Pengantar Pulau Natal karya Gilad James, PhD, yang diterbitkan pada 2020, pulau ini dihuni oleh sekitar 1.800 penduduk dari berbagai latar belakang etnis.

Mayoritas penduduknya berasal dari keturunan Tiongkok dan Melayu, diikuti oleh kelompok-kelompok kecil dari Eropa, Kepulauan Pasifik, dan negara-negara Asia lainnya.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton 18 Desember 2024 Rabu Wage Disebut Pintar Memberi Nasihat, Bolehkah Meyakini Hal Demikian dalam Islam?

Sejarah Singkat Pulau Natal

Sejarah Pulau Natal dimulai pada 25 Desember 1643, ketika Kapten William Mynors pertama kali menemukan pulau ini dan memberinya nama yang dikenal hingga sekarang.

Selama dua abad berikutnya, Pulau Natal sebagian besar tidak berpenghuni dan hanya digunakan sebagai stasiun singgah kapal-kapal yang berlayar antara Asia dan Australia.

Pulau ini resmi diklaim oleh Kerajaan Inggris pada 1887. Namun, pada 1958, wilayah ini dipindahkan ke Australia setelah sebelumnya menjadi bagian dari koloni Inggris di Singapura.

Berdasarkan laporan dari Parks Australia, pada 1949, pemerintah Australia dan Selandia Baru membeli Perusahaan Fosfat Pulau Natal, mengalihkan tanggung jawab administratif dari Inggris ke Singapura.

Setelah perang, Inggris menyerahkan sebagian besar koloninya, dan Australia menunjukkan minat untuk menguasai Pulau Natal.

Proses ini berujung pada kompensasi sebesar 2.800.000 pound sterling yang dibayarkan kepada Inggris atas kehilangan pendapatan fosfat.

Pulau Natal akhirnya resmi menjadi bagian dari wilayah Australia pada 1 Oktober 1958, tanggal yang kini diperingati sebagai Hari Wilayah.

Kehidupan Religius di Pulau Natal

Meskipun bernama Pulau Natal, mayoritas penduduknya tidak memeluk agama Kristen. Sebagian besar penduduk pulau ini adalah Muslim, hasil dari proses imigrasi yang membawa ajaran Islam ke wilayah ini.

Menurut data dari Index Mundi tahun 2021, sebanyak 19,4 persen dari total 1.402 penduduk Pulau Natal adalah Muslim.

Baca Juga: Gempa Bumi Vanuatu Dahsyat! Mayat-mayat Bergelimpangan di Tengah Kota

Komunitas Muslim di Pulau Natal terdiri dari imigran yang sebagian besar berasal dari etnis Melayu. Meski bukan kelompok etnis terbesar di pulau ini, Islam menjadi agama mayoritas kedua.

Seperti di Indonesia dan Malaysia, umat Muslim di Pulau Natal merayakan berbagai hari besar Islam, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha, yang telah ditetapkan sebagai hari libur di wilayah ini.

Pulau Natal tidak hanya menyimpan keunikan dari segi ekosistem dan geologinya, tetapi juga keragaman budaya serta sejarah panjang yang membentuk identitasnya hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.