Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sekumpulan orang merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik daripada mereka (yang merendahkan). Dan jangan pula perempuan-perempuan (merendahkan) perempuan lain, boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik daripada perempuan (yang merendahkan). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Hujurat: 11)
Ayat ini memberikan teguran keras kepada orang-orang yang merendahkan atau mempermalukan orang lain. Kata "يَسْخَرْ" dalam ayat ini berarti "mengolok-olok" atau "mengejek."
Larangan ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan, tanpa memandang status sosial atau latar belakang.
Dalam konteks masyarakat, mengolok-olok di depan umum tidak hanya menyakiti individu yang menjadi korban, tetapi juga dapat menciptakan suasana yang tidak harmonis.
Baca Juga: Ramai Penjual Es Teh Diolok-olok Gus Miftah, Ini 5 Kemuliaan Menjadi Pedagang dalam Islam
Islam menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama manusia, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya, tidak boleh mengabaikannya, dan tidak boleh merendahkannya." (HR. Muslim, no. 2564)
Mengolok-olok seseorang sering kali disebabkan oleh rasa superioritas atau kesombongan. Padahal, Islam mengajarkan bahwa manusia tidak memiliki kelebihan satu sama lain kecuali dalam takwa. Allah berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (QS. Al-Hujurat: 13)
Selain itu, tindakan ini juga berpotensi mengundang dosa-dosa lain, seperti ghibah (menggunjing), menyebarkan fitnah, dan memecah belah persaudaraan. Semua ini adalah perbuatan yang sangat dicela dalam Islam.
Dampak dari perilaku mengolok-olok tidak hanya dirasakan oleh korban secara emosional, tetapi juga dapat merusak reputasi pelaku di masyarakat.
Orang yang suka mengejek sering kali kehilangan rasa hormat dari orang lain, karena perilakunya mencerminkan kurangnya adab dan akhlak yang baik.
Sebagai penutup, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berkata baik atau diam. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Tunjukkan Rasa Hormat pada Islam, Cristiano Ronaldo Minta Berhenti Latihan saat Azan Berkumandang
Dengan demikian, mengolok-olok orang lain di depan umum bukanlah bagian dari akhlak seorang Muslim.
Sebaliknya, seorang Muslim diajarkan untuk menjaga lisannya, menghormati sesama, dan selalu bersikap rendah hati.
Prinsip-prinsip ini, jika diterapkan, akan menciptakan masyarakat yang harmonis, penuh kasih sayang, dan jauh dari konflik.