Akurat

Video Viral Lydia Onic 12 Menit Diburu Warganet, Ini Respons Al-Qur'an!

Fajar Rizky Ramadhan | 12 November 2024, 08:00 WIB
Video Viral Lydia Onic 12 Menit Diburu Warganet, Ini Respons Al-Qur'an!

 

AKURAT.CO Video viral Lydia Onic yang menjadi sorotan warganet mengundang beragam respons dari masyarakat. Ada yang sekadar penasaran, namun ada pula yang mengecam.

Dalam perspektif Islam, fenomena semacam ini seringkali menunjukkan bagaimana masyarakat tertarik pada hal-hal yang sensasional namun melalaikan aspek moral dan keimanan.

Al-Qur'an memiliki panduan yang jelas terkait bagaimana seorang Muslim sebaiknya bersikap dalam menghadapi informasi atau tayangan yang dapat menimbulkan fitnah atau merusak kehormatan seseorang.

Salah satu ayat yang relevan dengan fenomena ini adalah surah Al-Hujurat ayat 12. Allah berfirman:

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ"

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49]: 12).

Baca Juga: Link Video Mirip Lydia Onic 12 Menit 13 Detik Viral! Islam Larang Keras Konsumsi Video Syur!

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan umat-Nya untuk menjauhi prasangka buruk, apalagi mencari-cari kesalahan orang lain.

Mengomentari dan menyebarkan video pribadi seseorang yang mengandung aib adalah tindakan yang serupa dengan "memakan daging saudaranya yang telah mati," ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan betapa menjijikkan perilaku menggunjing itu.

Jika seorang Muslim mendapati informasi atau tayangan yang bersifat pribadi atau bisa merendahkan seseorang, maka yang lebih baik adalah menghindarinya dan tidak ikut menyebarkannya.

Al-Qur'an juga menekankan pentingnya menjaga pandangan dan kehormatan diri. Dalam surah An-Nur ayat 30-31, Allah berfirman:

"قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ"

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur [24]: 30).

Ayat ini menyerukan kepada orang-orang beriman untuk menahan pandangan mereka, terutama terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah atau dosa.

Fenomena video viral yang tidak senonoh dapat menjadi godaan bagi mereka yang mudah terjerumus. Menahan pandangan dan menjaga kehormatan diri merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan Islam agar setiap Muslim senantiasa berperilaku suci dan terhindar dari dosa.

Penyebaran informasi pribadi atau aib seseorang juga mengingatkan kita pada peristiwa Ifk, ketika Aisyah r.a., istri Nabi Muhammad, difitnah tanpa bukti.

Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan kejadian ini dalam surah An-Nur ayat 11-12, memperingatkan bahwa orang-orang yang menyebarkan fitnah dan aib akan menghadapi dosa besar, dan hanya dengan sikap hati-hati serta menahan diri kita bisa menjaga kehormatan sesama.

Baca Juga: Lydia Kandou Main di Film Vina: Sebelum 7 Hari, Khawatirkan Hal Ini

Dalam menghadapi fenomena viral seperti ini, sebagai Muslim kita diingatkan untuk menjaga lidah dan tindakan agar tidak tergoda oleh sensasi atau aib yang tersebar di media sosial.

Al-Qur'an mengajarkan bahwa menjaga kehormatan orang lain adalah tanggung jawab sosial, dan setiap Muslim hendaknya menghindari berperan dalam penyebaran fitnah atau merusak kehormatan orang lain, sebagaimana firman Allah:

"إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ"

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nur [24]: 19)

Dari ayat ini jelas bahwa keinginan untuk menyebarluaskan keburukan atau aib orang lain adalah tindakan yang sangat dicela dalam Islam, dan ada ancaman azab bagi pelakunya.

Dengan demikian, seharusnya seorang Muslim menjauhi segala bentuk konten yang menjatuhkan kehormatan orang lain atau memancing fitnah. Al-Qur'an tidak hanya menjadi petunjuk dalam ibadah, tetapi juga dalam bermasyarakat dan berinteraksi.

Adalah kewajiban kita sebagai Muslim untuk menjaga kehormatan diri dan sesama, menjauhkan diri dari godaan dunia maya yang dapat menjerumuskan pada dosa serta menanamkan rasa saling menjaga dan menghormati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.