Akurat

Viral Yandex Browser Diburu Netizen, Islam Wanti-Wanti Jangan Nonton Video Dewasa!

Fajar Rizky Ramadhan | 12 November 2024, 07:00 WIB
Viral Yandex Browser Diburu Netizen, Islam Wanti-Wanti Jangan Nonton Video Dewasa!

AKURAT.CO Di era digital yang serba cepat, perkembangan teknologi memungkinkan kita mengakses segala informasi dengan mudah, termasuk melalui aplikasi-aplikasi pencarian seperti Yandex Browser yang kini sedang ramai dibicarakan.

Salah satu aspek yang menyebabkan aplikasi ini diburu adalah kemampuannya mengakses konten yang mungkin dibatasi oleh platform lainnya, termasuk video-video dewasa.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Islam memandang konsumsi konten seperti itu, terutama dengan peringatan kuat dalam agama agar menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak moral.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga pandangan dan melindungi diri dari godaan hawa nafsu yang bisa merusak hati dan pikiran. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 30:

"قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ"

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Baca Juga: Kata Kunci 'video viral yandex ru yandex browser' Trending, Ini Hukum Iseng-iseng Cari Video Syur di Internet menurut Islam

Ayat ini mengandung pesan yang sangat jelas tentang pentingnya menjaga pandangan, yang tidak hanya berarti menghindari tatapan fisik langsung, tetapi juga meluas pada konten visual yang dapat mempengaruhi moral dan menimbulkan dosa.

Pandangan dalam Islam bukan hanya soal fisik semata, melainkan juga mencakup apa yang kita lihat secara virtual.

Mengakses video-video dewasa tidak sejalan dengan prinsip menahan pandangan seperti yang Allah perintahkan, karena hal itu dapat menimbulkan rangsangan dan godaan yang berpotensi mengarahkan pada perbuatan dosa lebih lanjut.

Lebih lanjut, dalam Surat Al-Isra ayat 32, Allah SWT berfirman:

"وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا"

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Ayat ini tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi juga melarang tindakan yang mendekati perbuatan tersebut.

Menonton konten dewasa termasuk dalam tindakan yang bisa mengarahkan seseorang pada perbuatan dosa yang lebih jauh, bahkan bisa merusak ikatan rumah tangga dan hubungan sosial lainnya.

Dengan demikian, Islam sangat tegas dalam mengingatkan umatnya untuk menjauhi segala hal yang bisa mendekati perbuatan zina, termasuk melihat konten-konten yang membangkitkan nafsu.

Menonton konten dewasa bukan hanya merusak hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dapat merusak jiwa dan mempengaruhi pola pikir seseorang. Sebuah hadits dari Rasulullah SAW menekankan bahwa pandangan adalah "panah beracun dari iblis." Rasulullah bersabda:

النظرة سهم من سهام إبليس مسمومة، من تركها مخافتي أبدلته إيمانًا يجد حلاوته في قلبه."

"Pandangan adalah panah beracun dari iblis; barang siapa yang menundukkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku akan memberinya keimanan yang ia rasakan manisnya di dalam hatinya."

Baca Juga: Kata Kunci 'Yandex Browser' Viral, Islam Larang Menontonnya Jika Isinya Video Syur

Dalam hadits ini, Rasulullah menegaskan bahwa pandangan yang tidak terkendali dapat menjadi pintu masuk bagi dosa.

Barang siapa yang mampu menundukkan pandangannya dengan niat menjaga diri dari perbuatan dosa, Allah akan memberikan ganjaran berupa iman yang semakin kokoh dalam hatinya.

Ini menunjukkan bahwa setiap usaha untuk menahan diri dari konten yang merusak dapat membawa ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dari sini, dapat dipahami bahwa Islam sangat berhati-hati dalam urusan pandangan dan pengaruh visual. Konsumsi konten yang tak pantas tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kehormatan diri, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Allah.

Maka, fenomena aplikasi atau browser yang viral seperti Yandex, yang sering kali dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, perlu disikapi dengan bijak oleh umat Muslim.

Islam memberikan jalan terbaik untuk menjauhi konten-konten semacam ini dengan mengisi waktu dan pikiran dengan hal-hal yang bermanfaat, mengasah kemampuan diri, dan memperdalam ilmu pengetahuan yang membawa kebaikan.

Sehingga, setiap Muslim sebaiknya memilih untuk tetap teguh memegang ajaran agama yang menjunjung tinggi moralitas dan menjaga kehormatan diri, daripada mengorbankan nilai-nilai tersebut demi kepuasan sementara yang hanya membawa kerugian di dunia dan akhirat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.