Akurat

Banyak Kasus Pria Selingkuh Viral di Medsos, Bisakah Mereka Taubat dalam Pandangan Islam?

Lufaefi | 9 November 2024, 10:00 WIB
Banyak Kasus Pria Selingkuh Viral di Medsos, Bisakah Mereka Taubat dalam Pandangan Islam?

AKURAT.CO Banyak kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh pria kini kerap menjadi viral di media sosial. Hal ini memicu banyak perdebatan tentang bagaimana pandangan Islam mengenai pengampunan bagi pelaku perselingkuhan.

Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang dan kemaafan memiliki panduan yang jelas dalam menghadapi dosa-dosa, termasuk dosa perselingkuhan.

Namun, pertanyaannya, apakah pria yang berselingkuh dapat bertaubat, dan bagaimana proses taubat dalam Islam?

Dalam Islam, perselingkuhan termasuk perbuatan dosa besar karena melibatkan pengkhianatan terhadap amanah dan perjanjian dalam pernikahan.

Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan zina dalam Al-Qur'an. Dalam surah Al-Isra' ayat 32, Allah berfirman:

"وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىۤ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۙ وَسَآءَ سَبِيْلًا"

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra' [17]: 32).

Baca Juga: Kasus Perselingkuhan Bimo Aryo Tejo, Ini Hikmah yang Bisa Diambil

Dalam ayat ini, Allah tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi bahkan mendekatinya. Ini menunjukkan betapa seriusnya pandangan Islam terhadap perbuatan yang merusak kehormatan pribadi, keluarga, dan masyarakat ini.

Namun demikian, Islam juga memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk kembali ke jalan yang benar melalui taubat yang sungguh-sungguh.

Taubat atau pertobatan dalam Islam adalah proses kembali kepada Allah dengan penuh kesungguhan dan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan.

Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan bahwa Dia Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertaubat. Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

"قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ"

Artinya: "Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'" (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah membuka pintu pengampunan selebar-lebarnya bagi siapa saja yang bertaubat, tidak peduli seberapa besar dosa yang telah dilakukan.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Istri Lakukan saat Tahu Suaminya Selingkuh, Perspektif Islam

Meskipun perselingkuhan adalah dosa yang berat, seseorang yang benar-benar menyesal, berhenti dari perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya dapat meraih ampunan dari Allah.

Dalam proses taubat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu meninggalkan perbuatan dosa, menyesal atas dosa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

"النَّدَمُ تَوْبَةٌ"

Artinya: “Penyesalan adalah inti dari taubat.” (HR. Ibnu Majah)

Dengan demikian, Islam memberikan kesempatan kepada siapa saja, termasuk pria yang berselingkuh, untuk memperbaiki diri melalui taubat yang sungguh-sungguh.

Namun, taubat ini tidak cukup hanya dalam bentuk lisan; ia harus diikuti dengan perubahan sikap dan perbuatan yang nyata, termasuk memperbaiki hubungan dengan pasangan yang telah dikhianati, jika memungkinkan.

Oleh karena itu, meskipun perselingkuhan adalah dosa yang berat dalam Islam, jalan menuju pengampunan tetap terbuka.

Pria yang berselingkuh dapat bertaubat dan memperbaiki diri asalkan taubatnya benar-benar tulus, disertai penyesalan mendalam, serta tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.