AKURAT.CO Belakangan ini, warganet digemparkan dengan munculnya video kontroversial yang dikenal dengan sebutan Video Cia Bocil Viral.
Video tersebut menarik perhatian banyak orang dan menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.
Tidak sedikit orang yang mencoba mencari video ini meskipun menyadari bahwa konten tersebut bersifat vulgar dan bertentangan dengan nilai moral serta ajaran agama.
Dalam konteks Islam, melihat konten syur atau pornografi memiliki konsekuensi spiritual yang serius.
Agama tidak hanya melarang tindakan asusila, tetapi juga memerintahkan umatnya untuk menjaga pandangan dan hati dari hal-hal yang haram.
Larangan melihat konten syur bukan sekadar larangan sosial, melainkan memiliki dasar kuat dalam ajaran Al-Qur'an dan hadits.
Baca Juga: Jam Koma Gen Z Viral, Bagaimana Respons Islam?
Dalam Surah An-Nur ayat 30, Allah SWT memerintahkan kaum lelaki mukmin untuk menjaga pandangan mereka:
"قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ"
Artinya: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’" (QS. An-Nur: 30)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim berkewajiban untuk menahan pandangan dari sesuatu yang tidak halal, termasuk gambar dan video syur.
Melihat hal-hal yang tidak pantas dapat menimbulkan dorongan hawa nafsu dan mengotori hati, yang pada akhirnya menjauhkan seseorang dari ketaatan kepada Allah SWT.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:
"Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Barang siapa menahan pandangannya karena Allah, maka Allah akan memberinya kenikmatan dalam hatinya berupa manisnya iman." (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
Hadits ini menekankan bahwa menahan pandangan adalah bentuk jihad melawan godaan syahwat. Islam sangat menekankan penjagaan diri dari hal-hal yang dapat merusak keimanan dan kesucian hati, sebab pandangan pertama yang tidak disengaja dapat mengundang dosa jika dibiarkan berlanjut.
Fenomena tersebarnya video seperti Cia Bocil adalah cerminan dari bagaimana teknologi dan media sosial kerap disalahgunakan.
Bagi seorang muslim, godaan untuk mencari atau menonton konten semacam ini harus dilawan dengan kesadaran bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Dalam Surah Al-Isra’ ayat 36, Allah SWT berfirman:
"وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا"
Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra': 36).
Baca Juga: YouTuber di Deli Serdang Sebut Nabi Muhammad Menjadi Rasul karena Bertapa di Gua, Ini Bukti Salah Kaprah Pemikirannya menurut Islam
Ayat ini mengingatkan umat Islam bahwa setiap pandangan dan perbuatan akan dihisab. Oleh karena itu, mengonsumsi konten syur sama saja dengan membuka jalan bagi keburukan yang akan merusak kepribadian dan akhlak.
Pada akhirnya, umat Islam dianjurkan untuk selalu memperbanyak istighfar dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa mengundang murka Allah.
Memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan bijak adalah langkah penting agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang dilarang. Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari godaan syahwat dan diberi kekuatan untuk menjaga pandangan serta hati.