Akurat

Mengenal Muslim Bektashi, Pemangku Negara Islam Albania Bak Vatikan

Fajar Rizky Ramadhan | 26 September 2024, 07:00 WIB
Mengenal Muslim Bektashi, Pemangku Negara Islam Albania Bak Vatikan

AKURAT.CO Perdana Menteri Albania, Edi Rama, mengumumkan rencana untuk mendirikan negara-kota berdaulat bagi komunitas Islam sufi Bektashi di Tirana.

Dalam pernyataannya di markas PBB pada 22 September, Rama menyatakan keinginannya untuk menjadikan "negara mikro" ini serupa dengan Vatikan di Roma, pusat ajaran Katolik global.

Profil Komunitas Muslim Bektashi

Menurut jurnal "A Political History of Bektashism in Albania" oleh Albert Doja, Komunitas Muslim Bektashi merupakan kelompok Islam Sufi yang muncul dari Kekaisaran Ottoman, terbentuk dari berbagai komunitas Sufi di Timur Tengah pada abad ke-12 dan ke-13.

Nama Bektashi diambil dari pendirinya, Haji Bektash, seorang tokoh Islam dari Khorasan, timur laut Iran, yang dibesarkan di Anatolia (sekarang Turki).

Berdasarkan informasi dari Britannica, komunitas ini mulai berpengaruh secara politik di Kekaisaran Ottoman pada abad ke-15, dengan anggota mereka yang mendominasi Korps Janissari—pasukan elit yang memiliki pengaruh besar, dihormati karena peran mereka dalam mempertahankan kekaisaran.

Baca Juga: Putra Mahkota MBS Arab Saudi Tegaskan Tak Akan Bangun Hubungan Diplomatik dengan Israel Sampai Palestina Merdeka

Pengadopsian Ajaran Syiah pada Abad ke-16

Pada abad ke-16, Komunitas Muslim Bektashi mengadopsi aliran Syiah sebagai penghormatan kepada Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi Muhammad.

Menurut jurnal "Syiah: Sejarah Timbul dan Perkembangannya di Indonesia" karya Mohammad Hasim, aliran ini muncul setelah wafatnya Nabi dan menganggap Ali sebagai pemimpin umat.

Seperti kebanyakan kelompok Sufi, Bektashi cenderung lebih longgar dalam menerapkan hukum Islam, memperbolehkan praktik seperti konsumsi alkohol dan perayaan dalam ritual keagamaan, mirip dengan beberapa tradisi Kristen.

Pengaruh Bektashi di Kekaisaran Ottoman menurun setelah pembubaran Korps Janissari pada 1826 dan semakin berkurang dengan berdirinya Republik Turki pada 1923.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kosovo, Negara Mayoritas Muslim Albania yang Cinta Amerika

Pada 1925, Mustafa Kemal Ataturk melarang komunitas ini karena statusnya yang tidak terdaftar, memaksa mereka untuk berpindah ke Albania, di mana mereka kemudian berkembang dan mendapatkan pengaruh politik.

Saat ini, Muslim Bektashi menjadi komunitas Muslim terbesar di Albania. Berdasarkan sensus terakhir, sekitar 50 persen dari 2,4 juta penduduk Albania adalah umat Islam, dengan 10 persen di antaranya tergolong dalam tarekat Bektashi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.