AKURAT.CO Puasa Nabi Idris merupakan salah satu amalan yang sering dikaitkan dengan ibadah sunnah yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Meskipun tidak ada dalil yang langsung menyebutkan tata cara puasa Nabi Idris secara spesifik, umat Islam dapat mengambil hikmah dari berbagai puasa sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk menjalankan puasa ala Nabi Idris dengan niat menambah kedekatan kepada Allah.
Niat yang Lurus
Segala amal ibadah dalam Islam, termasuk puasa nabi Idris, harus diawali dengan niat yang tulus ikhlas hanya karena Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, sebelum memulai puasa, penting untuk meniatkan puasa dengan tujuan ibadah semata-mata demi ridha Allah SWT.
Baca Juga: Listy Chan Mualaf dan Diposting di Sosial Media, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Tata Cara Berpuasa
Walaupun tidak ada dalil khusus yang menerangkan tata cara puasa Nabi Idris, puasa ini dapat diikuti dengan tata cara puasa sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, atau puasa Ayyamul Bidh (puasa 13, 14, 15 bulan Hijriah). Puasa ini dilakukan dengan syarat-syarat umum puasa, yaitu:
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Sahur: Meskipun sahur bukan syarat wajib, sangat dianjurkan untuk melakukan sahur karena ada berkah di dalamnya. Rasulullah bersabda, "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat berkah." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Berbuka puasa dengan segera: Setelah waktu berbuka tiba, disunahkan untuk segera membatalkan puasa dengan kurma atau air putih. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu Pelaksanaan
Untuk mengikuti jejak puasa Nabi Idris, tidak ada waktu yang dikhususkan secara spesifik. Namun, umat Islam bisa melaksanakan puasa sunnah di hari-hari tertentu yang memiliki keutamaan, seperti:
- Senin dan Kamis: Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari-hari ini sebagai amalan sunnah.
- Puasa Daud: Puasa ini adalah puasa satu hari dan berbuka satu hari, yang disebut sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT.
- Ayyamul Bidh: Puasa sunnah pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Keutamaan Puasa
Secara umum, puasa memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah:
- Menghapus dosa: Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Melatih kesabaran dan pengendalian diri: Puasa mengajarkan seseorang untuk menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, sehingga melatih kedisiplinan dan ketakwaan.
- Pintu surga khusus bagi orang yang berpuasa: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat satu pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim).
Memperbanyak Ibadah di Luar Puasa
Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, memperbanyak ibadah seperti shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an adalah bagian penting dalam menambah nilai puasa.
Baca Juga: Listy Chan Mualaf, Bersyahadat saat Perayaan Maulid Nabi
Nabi Muhammad SAW selalu menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan selama berpuasa agar mendapatkan pahala yang berlipat.
Meskipun puasa Nabi Idris tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber-sumber Islam, semangat menjalani puasa sunnah seperti puasa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW tetap menjadi acuan yang baik untuk menambah ketakwaan.
Niat yang tulus, tata cara yang benar, dan memperbanyak ibadah merupakan kunci dalam menjalani puasa yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan melaksanakan puasa ini, umat Muslim dapat meraih pahala serta keutamaan yang besar, sekaligus mengasah kesabaran dan rasa syukur.