Akurat

Puasa Nabi Idris Apakah Sama dengan Puasa Nabi Daud?

Fajar Rizky Ramadhan | 18 September 2024, 09:00 WIB
Puasa Nabi Idris Apakah Sama dengan Puasa Nabi Daud?

AKURAT.CO Puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan Ramadan, terdapat pula berbagai macam puasa sunnah yang dilakukan oleh para Nabi, termasuk Nabi Idris AS dan Nabi Daud AS.

Namun, apakah puasa Nabi Idris sama dengan puasa Nabi Daud? Artikel ini akan menjelaskan perbedaan dan persamaan antara kedua puasa tersebut dengan merujuk pada dalil-dalil dari sumber Islam.

Puasa Nabi Idris

Nabi Idris AS adalah salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai orang yang sangat sabar dan tekun beribadah.

Meskipun Al-Qur’an tidak secara spesifik menjelaskan bentuk puasa yang dilakukan oleh Nabi Idris, beberapa riwayat menyebutkan bahwa beliau berpuasa sepanjang hidupnya dan tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa berpuasa.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Nabi Idris AS adalah seorang yang sangat rajin beribadah, termasuk dalam melaksanakan puasa.

Puasa Nabi Idris dikisahkan sebagai puasa sepanjang hari, baik pada hari-hari biasa maupun hari-hari khusus.

Baca Juga: Niat Puasa Asyura Muharram, Bolehkah dengan Bahasa Indonesia?

Namun, tidak ada dalil yang secara eksplisit menjelaskan tata cara atau frekuensi puasa Nabi Idris dalam bahasa Arab yang sama seperti penjelasan puasa Nabi Daud.

Puasa Nabi Daud

Sementara itu, puasa Nabi Daud AS sangat terkenal dalam Islam karena disebutkan secara khusus dalam hadis.

Puasa Nabi Daud adalah puasa yang dilakukan sehari berpuasa dan sehari berbuka. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا»

Artinya: Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: "Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat Daud. Beliau tidur setengah malam, bangun sepertiganya, dan tidur kembali pada seperenamnya. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Nabi Daud memiliki pola yang unik dan sangat disukai oleh Allah karena mampu menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan jasmani.

Perbedaan dan Persamaan

Jika dilihat dari segi riwayat, puasa Nabi Idris AS dan puasa Nabi Daud AS memiliki perbedaan signifikan dalam hal frekuensi dan pola.

Puasa Nabi Idris, berdasarkan beberapa riwayat, dilakukan secara terus-menerus setiap hari, sementara puasa Nabi Daud memiliki pola tertentu, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak.

Baca Juga: Pahala dan Keutamaan Puasa Asyura: Melebur Dosa Setahun, Setara Puasa 30 Hari

Namun, keduanya memiliki kesamaan dalam hal keikhlasan dan kedisiplinan dalam beribadah. Kedua puasa ini menunjukkan betapa para nabi sangat menghargai waktu mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bagaimana mereka mengatur kehidupan mereka dengan ibadah yang teratur dan seimbang.

Meskipun puasa Nabi Idris dan Nabi Daud berbeda dalam tata cara dan frekuensinya, keduanya memiliki esensi yang sama, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Puasa Nabi Daud yang disarankan oleh Rasulullah SAW menunjukkan bahwa pola puasa yang seimbang antara kebutuhan fisik dan spiritual adalah yang paling dicintai oleh Allah.

Bagi umat Islam, meneladani puasa Nabi Daud merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Dalam hal dalil, kita tidak menemukan penjelasan spesifik tentang puasa Nabi Idris dalam hadis atau Al-Qur'an seperti yang kita temukan untuk puasa Nabi Daud.

Namun, semangat ibadah yang mereka tunjukkan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas ibadah kita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.