Puasa Nabi Idris Adalah? Kapan Waktunya?

AKURAT.CO Nabi Idris, salah satu nabi yang dikenal dalam tradisi Islam, adalah sosok yang penuh hikmah dan ketakwaan.
Nama beliau sering disebut sebagai orang yang memiliki kedekatan spiritual yang tinggi kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk ibadah yang dikaitkan dengan Nabi Idris adalah puasa. Namun, bagaimana sebenarnya puasa Nabi Idris? Kapan waktu puasa tersebut?
Dalam kitab kuning atau kitab klasik Islam, informasi mengenai puasa Nabi Idris tidak dijelaskan secara rinci seperti puasa yang disyariatkan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Namun, beberapa ulama menyebutkan bahwa Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang rajin berpuasa dan sering melaksanakan puasa sepanjang tahun.
Salah satu sumber penting yang membahas kesalehan dan bentuk ibadah Nabi Idris termasuk puasa, dapat ditemukan dalam karya Ibnu Katsir di Qashash al-Anbiya (Kisah Para Nabi).
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh, Apa Bisa Dilakukan di Siang Hari?
Menurut beberapa ulama, Nabi Idris dikenal menjalankan puasa Dahr puasa sepanjang hari tanpa putus kecuali hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Puasa Dahr ini memang sangat berat dan tidak diwajibkan dalam syariat Nabi Muhammad SAW, tetapi dilakukan oleh orang-orang tertentu dengan tingkat ketakwaan yang tinggi pada zamannya.
Dalam tradisi Islam, puasa memiliki banyak manfaat baik dari segi spiritual maupun kesehatan.
Meskipun keterangan ilmiah mengenai puasa Nabi Idris terbatas, penelitian modern tentang manfaat puasa menunjukkan beberapa manfaat yang mungkin relevan dengan praktik ibadah nabi terdahulu.
Studi ilmiah mengenai puasa, terutama puasa intermittent, menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, termasuk memperbaiki fungsi metabolisme, mengurangi risiko penyakit kronis, dan memperpanjang umur.
Nabi Idris dikenal dengan sebutan "as-Siddiq" dan "as-Sabir" yang menandakan kesabarannya dalam menjalankan perintah Allah, termasuk ibadah puasa.
Dalam beberapa kitab klasik, disebutkan bahwa Nabi Idris memiliki rutinitas puasa yang mendekatkannya dengan Allah.
Hal ini mungkin mirip dengan puasa sunah yang dilakukan umat Islam saat ini, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (puasa tiga hari di tengah bulan Hijriyah).
Mengenai kapan waktu spesifik puasa Nabi Idris, tidak ada riwayat yang secara pasti menetapkan tanggal atau waktu tertentu yang disyariatkan kepada beliau seperti halnya bulan Ramadhan bagi umat Islam.
Namun, mengingat bahwa puasa Dahr dilakukan secara terus-menerus, dapat dikatakan bahwa Nabi Idris mungkin berpuasa sepanjang tahun, kecuali hari-hari yang diharamkan.
Sumber-sumber menyebutkan bahwa puasa yang dilakukan Nabi Idris lebih merupakan bentuk ketekunan pribadi dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, waktu pelaksanaannya tidak terikat pada kalender atau bulan tertentu, melainkan lebih fleksibel sebagai bentuk ibadah tambahan.
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Puasa Nabi Idris adalah salah satu bentuk ketakwaan luar biasa yang dijalankan oleh beliau, meskipun tidak diatur secara khusus dalam syariat umat Islam saat ini.
Puasa beliau mungkin mirip dengan puasa Dahr atau puasa sepanjang tahun, yang mencerminkan kedekatan spiritual yang mendalam dengan Allah. Meskipun tidak ada keterangan waktu spesifik, puasa ini mencerminkan kesabaran dan keikhlasan beliau dalam beribadah.
Pengetahuan mengenai puasa Nabi Idris diambil dari berbagai kitab kuning dan karya klasik yang menekankan pentingnya kesalehan pribadi dan ketekunan dalam ibadah.
Dalam konteks modern, nilai puasa ini bisa diambil hikmahnya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kesabaran dan pengendalian diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










