Akurat

Niat Puasa Ayyamul Bidh, Apa Bisa Dilakukan di Siang Hari?

Lufaefi | 17 September 2024, 07:30 WIB
Niat Puasa Ayyamul Bidh, Apa Bisa Dilakukan di Siang Hari?

AKURAT.CO Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu jenis puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam.

Ayyamul Bidh sendiri merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, ketika bulan berada dalam fase purnama.

Puasa ini memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan di siang hari? Apakah puasa masih sah jika niat dilakukan setelah fajar terbit?

Dasar Hukum dan Dalil Puasa Sunnah

Secara umum, dalam puasa sunnah, terdapat keringanan dalam hal niat. Berbeda dengan puasa wajib seperti puasa Ramadan yang mengharuskan niat dilakukan sebelum fajar, dalam puasa sunnah, seseorang diperbolehkan untuk berniat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum sejak fajar.

Dalil yang menjadi landasan keringanan ini adalah hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟ فَقُلْنَا: لَا. قَالَ: فَإِنِّي إِذًا صَائِمٌ.

“Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Suatu hari Nabi SAW masuk ke rumahku lalu beliau bertanya, ‘Apakah ada makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak ada.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu, aku berpuasa.’” (HR. Muslim)

Baca Juga: Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini 30 Kata Mutiara Cinta untuk Rasulullah

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW berniat untuk berpuasa sunnah di siang hari, setelah memastikan tidak ada makanan yang tersedia.

Hal ini menjadi dalil bahwa niat puasa sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh, dapat dilakukan meskipun waktu fajar telah berlalu, asalkan seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Syarat Niat Puasa di Siang Hari

Untuk dapat berniat puasa sunnah di siang hari, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:

Belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar:

Seorang muslim yang ingin berpuasa harus memastikan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak fajar. Jika sudah terlanjur makan atau minum, maka tidak bisa berniat puasa di siang hari.

Waktu niat:

Niat masih sah dilakukan hingga sebelum waktu zuhur atau sebelum masuknya waktu salat dhuhur. Jika sudah masuk waktu dhuhur, maka waktu untuk niat puasa sunnah tersebut sudah terlewat.

Berdasarkan dalil hadits di atas, niat puasa Ayyamul Bidh boleh dilakukan di siang hari selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Keringanan ini merupakan salah satu rahmat Allah SWT bagi umat-Nya dalam menjalankan ibadah sunnah. Namun, untuk mendapatkan keutamaan yang lebih besar, dianjurkan untuk berniat sebelum fajar sebagaimana dilakukan dalam puasa wajib.

Puasa Ayyamul Bidh memberikan banyak keutamaan dan pahala bagi yang melaksanakannya. Semoga kita bisa memanfaatkan hari-hari purnama tersebut untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.