Akurat

Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025 Jatuh pada 5–7 Oktober, Ini Niat dan Keutamaannya

Lufaefi | 5 Oktober 2025, 07:30 WIB
Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025 Jatuh pada 5–7 Oktober, Ini Niat dan Keutamaannya

AKURAT.CO Umat Islam kembali berkesempatan melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Rabiul Akhir 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan 5–7 Oktober 2025 Masehi.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah tiga hari di pertengahan bulan Hijriah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah ini dikenal pula dengan sebutan “puasa hari-hari putih”, karena dilakukan pada saat bulan purnama tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Berdasarkan kalender hijriah yang dikonversi ke kalender Masehi, jadwal puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

  • Minggu, 5 Oktober 2025 (13 Rabiul Akhir 1447 H)

  • Senin, 6 Oktober 2025 (14 Rabiul Akhir 1447 H)

  • Selasa, 7 Oktober 2025 (15 Rabiul Akhir 1447 H).

Wasiat Rasulullah SAW

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, puasa tiga hari setiap bulan merupakan salah satu wasiat Rasulullah SAW kepada sahabatnya.

“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.’” (HR. Bukhari No. 1178).

Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 Sesuai Kalender Hijriah

Hadis lain dari Abu Dzar menyebutkan waktu yang lebih spesifik untuk berpuasa. Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal ke tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi No. 761).

Pahala Setara Puasa Sebulan Penuh

Selain menjadi bagian dari wasiat Nabi, puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh.” (HR. Tirmidzi No. 762).

Hadis ini kemudian diperkuat oleh ayat Al-Qur’an, “Siapa yang berbuat satu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat” (QS. Al-An’am: 160). Dengan demikian, satu hari puasa bernilai seperti sepuluh hari ibadah, dan tiga hari puasa sama dengan pahala sebulan penuh.

Niat dan Tata Cara

Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan membaca niat berikut:

“Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Adapun tata cara puasa Ayyamul Bidh sebagaimana dijelaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Antara (31/7/2025) antara lain:

  1. Sahur dilakukan sebelum waktu Subuh, sebagai amalan sunnah yang berpahala.

  2. Membaca niat di malam hari, namun jika terlupa, masih dapat dilakukan hingga sebelum Dzuhur.

  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

  4. Berbuka puasa segera setelah adzan Maghrib dikumandangkan.

Baca Juga: Tidak Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Muharram di Malam Hari? Ini Solusinya!

Puasa ini termasuk amalan ringan namun memiliki nilai spiritual besar. Selain meneladani Rasulullah, umat Islam juga dilatih untuk menjaga kesucian jiwa dan mengasah ketenangan batin melalui ibadah rutin bulanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.