Akurat

Guru Gembul Sindir Bahar bin Smith soal Kakinya Suka Dicium Santri, Bolehkah Santri Cium Kaki Gurunya Menurut Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 12 September 2024, 13:57 WIB
Guru Gembul Sindir Bahar bin Smith soal Kakinya Suka Dicium Santri, Bolehkah Santri Cium Kaki Gurunya Menurut Islam?

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh sindiran dari tokoh yang dikenal dengan nama Guru Gembul terhadap seorang ulama kontroversial, Bahar bin Smith, terkait kebiasaan santri mencium kaki gurunya.

Guru Gembul mempertanyakan fenomena ini dan menyindir apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Islam.

Hal ini menimbulkan perdebatan di masyarakat terkait apakah dalam Islam diperbolehkan seorang santri mencium kaki gurunya sebagai bentuk penghormatan.

Mencium tangan atau kaki seorang guru sering kali dianggap sebagai bentuk penghormatan dalam beberapa tradisi pesantren di Indonesia.

Praktik ini dipandang sebagai wujud adab atau tata krama santri terhadap guru yang telah memberikan ilmu. Namun, pertanyaan yang muncul adalah, apakah ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam?

Baca Juga: Guru Gembul Sebut Polemik Nasab Muncul Akibat Tindakan Kontroversial Oknum Habib, Bagaimana Seharusnya Sikap Keturunan Nabi?

Dalam Islam, menghormati guru adalah hal yang sangat dianjurkan. Namun, bentuk penghormatan ini harus sesuai dengan syariat dan adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Islam sangat menekankan pentingnya menghormati ulama dan orang yang lebih tua, tetapi mencium kaki guru tidak secara eksplisit disebutkan dalam dalil-dalil syar’i.

Dalil tentang Adab Menghormati Guru:

1. Firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

Ayat ini menunjukkan pentingnya menghormati orang yang berilmu, termasuk guru, tetapi tidak menyebutkan secara spesifik bentuk-bentuk penghormatan seperti mencium tangan atau kaki.

2. Hadis Nabi ﷺ tentang Menghormati Guru dan Ulama:

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua di antara kami, menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu di antara kami." (HR. Ahmad)

Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus menghormati yang lebih tua dan menghargai ilmu yang dimiliki seorang guru. Namun, sekali lagi, bentuk penghormatan yang dibahas dalam hadis ini bersifat umum.

Mencium Kaki: Perspektif Ulama

Sebagian ulama berpendapat bahwa mencium tangan atau kaki seorang guru, jika dilakukan sebagai bentuk penghormatan, tidak dilarang selama tidak mengarah pada sikap berlebihan atau kultus individu.

Namun, mencium kaki tidak dianjurkan karena dalam Islam, sikap tawadhu' (rendah hati) harus selalu diarahkan kepada Allah.

Dalil yang menunjukkan larangan berlebihan dalam memuliakan manusia salah satunya riwayat berikut;

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

Jauhilah berlebih-lebihan dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah sikap berlebihan dalam agama." (HR. An-Nasa’i)

Dari hadis ini, kita dapat menarik pelajaran bahwa mencium kaki guru bisa dianggap berlebihan jika dilakukan dengan anggapan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk ibadah atau penghormatan yang sangat istimewa.

Baca Juga: Singgung Kemampuan Baca Kitab Kuning Habib Bahar bin Smith, Guru Gembul Tak Sepenuhnya Percaya Habib Bahar Ulama

Dalam pandangan Islam, menghormati guru adalah perbuatan yang sangat mulia, namun harus dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat.

Mencium kaki guru bukan merupakan tradisi yang diajarkan secara eksplisit dalam Islam, dan beberapa ulama menganggapnya tidak perlu dilakukan karena bisa menimbulkan sikap berlebihan dalam menghormati seseorang.

Bentuk penghormatan yang dianjurkan adalah menjaga adab, rendah hati, dan selalu bersikap baik kepada guru tanpa melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh syariat.

Pada akhirnya, apakah santri mencium kaki gurunya diperbolehkan atau tidak, sangat bergantung pada niat dan sikap yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

Namun, sebaiknya umat Muslim selalu merujuk pada prinsip dasar ajaran Islam yang menekankan kesederhanaan dan penghormatan yang sewajarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.