Hari Kemerdekaan Indonesia dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia.
Dalam pandangan Islam, kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga, yang patut disyukuri dan dijaga.
Meskipun tidak ada hadis yang secara langsung membahas tentang kemerdekaan bangsa, namun terdapat banyak hadis yang bisa menjadi inspirasi dalam memahami pentingnya kemerdekaan dari sudut pandang Islam.
Dalam Islam, kebebasan adalah salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi. Kebebasan dalam arti luas mencakup kebebasan beribadah, kebebasan berpikir, dan kebebasan dari penindasan. Salah satu hadis yang relevan adalah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ"
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia membelanjakannya, serta tentang tubuhnya, untuk apa digunakannya" (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Hari Kemerdekaan Indonesia dalam Perspektif Islam
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap aspek kehidupannya, termasuk bagaimana ia menggunakan kebebasannya.
Dalam konteks kemerdekaan Indonesia, kebebasan yang diperoleh harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, masyarakat, maupun agama.
Sementara itu Islam sangat menentang segala bentuk penindasan dan pengekangan terhadap kebebasan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللّهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا
Artinya: "Sesungguhnya Allah akan mengazab orang-orang yang menyiksa manusia di dunia" (HR. Ahmad).
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam sangat menentang penindasan, dan oleh karena itu, kemerdekaan dari penjajahan dan penindasan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Penindasan, dalam bentuk apa pun, adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam.
Kemerdekaan sendiri adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW dalam sebuah hadis bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: "Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita bahwa sebagai rakyat yang merdeka, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara kemerdekaan tersebut. Ini mencakup upaya menjaga persatuan, menghindari perpecahan, dan berusaha untuk mencapai kemajuan bersama.
Dalam Islam, kemerdekaan adalah anugerah besar yang harus disyukuri dan dijaga dengan baik. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita tentang pentingnya kebebasan, kewajiban untuk melawan penindasan, dan tanggung jawab dalam memelihara kemerdekaan.
Oleh karena itu, Hari Kemerdekaan Indonesia bukan hanya menjadi perayaan nasional semata, tetapi juga momen untuk merenungkan bagaimana kita, sebagai umat Islam, dapat menjaga dan memanfaatkan kebebasan yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









