Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Kemerdekaan yang Hakiki untuk Masa Depan Bangsa dan Negara

Lufaefi | 16 Agustus 2024, 08:55 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Kemerdekaan yang Hakiki untuk Masa Depan Bangsa dan Negara

AKURAT.CO Berikut ini adalah naskah khutbah Jumat dengan tema kemerdekaan. Cocok untuk bahan khutbah Anda menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia.

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الإِسْلَامِ وَالْإِيمَانِ، وَبِالْحُرِيَّةِ وَالْعِزَّةِ وَالسَّلامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat-Nya. Aamiin.

Hari ini, kita berkumpul di masjid ini pada bulan yang penuh makna bagi bangsa kita, bulan kemerdekaan. Setiap tahun, kita merayakan kemerdekaan negara kita sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi meraih kemerdekaan. Namun, dalam perenungan kita, mari kita bertanya: Apa sebenarnya makna kemerdekaan yang hakiki? Dan bagaimana kita memaknainya untuk masa depan bangsa dan negara?

Kemerdekaan secara fisik dari penjajahan merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Namun, kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan jiwa dari segala bentuk penjajahan yang sifatnya batiniah dan spiritual. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 256:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah." (QS. Al-Baqarah: 256)

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Memperingati Kemerdekaan untuk Indonesia Maju

Ayat ini menegaskan bahwa manusia memiliki kebebasan dalam memilih jalan hidupnya, namun kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab untuk memilih jalan yang benar sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Inilah kemerdekaan yang hakiki, yaitu kebebasan yang tidak membawa kita pada kehancuran, melainkan kebebasan yang menuntun kita pada kesejahteraan dunia dan akhirat.

Jamaah yang berbahagia,

Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan ini dengan nilai-nilai Islam yang mulia. Jangan sampai kita terlena dengan kemerdekaan fisik yang kita miliki, tetapi jiwa kita masih terjajah oleh nafsu, kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا لَمْ تَسْتَحِيْ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ

"Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu." (HR. Bukhari)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tanpa rasa malu dan tanpa aturan hanya akan membawa kehancuran. Sebagai umat yang merdeka, kita harus menjaga moralitas dan etika, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan yang disertai dengan tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual.

Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai kesempatan untuk merenungkan kembali posisi kita sebagai hamba Allah dan sebagai warga negara. Apa yang telah kita lakukan untuk bangsa dan negara ini? Apakah kita telah benar-benar memanfaatkan kemerdekaan ini untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, dan negara?

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Dalam khutbah kedua ini, marilah kita memperkuat niat dan tekad kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kita semua. Jangan biarkan kemerdekaan ini menjadi sia-sia karena kelalaian kita. Sebaliknya, mari kita gunakan kemerdekaan ini untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa dan negara.

Baca Juga: Kepala BPIP Yudian Wahyudi Lulusan Perguruan Tinggi Mana?

Kita memiliki tugas untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan perbedaan pandangan dan pendapat menjadi pemicu perpecahan. Ingatlah pesan Allah dalam Surah Ali-Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."

Allah SWT memerintahkan kita untuk bersatu dalam tali agama-Nya. Persatuan adalah salah satu pilar utama dalam menjaga keutuhan dan kemerdekaan bangsa. Ketika kita bersatu, kita akan menjadi kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar.

Terakhir, marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kita diberi kekuatan untuk mengisi kemerdekaan ini dengan amal shalih, dan semoga bangsa kita selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ.


 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.