Jamaah Islamiyah Bubar, Rekam Jejaknya Telah Menewaskan 300 Orang, Lukai 700 Orang Lebih

AKURAT.CO Jamaah Islamiyah menyatakan membubarkan diri setelah melakukan kajian mendalam terkait apa yang selama ini dilakukan dan pandangannya terhadap konsep negara Indonesia.
Organisasi yang disebut-sebut memiliki afiliasi jaringan teroris ini disebut telah menewaskan 300 orang dan melukai 700 orang lebih. Hal itu disampaikan dalam narasi Media Harakatuna, yang dikutip pada Senin (29/7/2024).
"Aksi teror JI telah menewaskan lebih dari 300 orang dan 700 lebih mengalami luka-luka. Namun kalkulasi tersebut hanya perkiraan akumulatif, sehingga jumlah pastinya bisa lebih banyak," tulis narasi media tersebut.
Baca Juga: Jamaah Islamiyah Membubarkan Diri, Sebut Alasannya Murni karena Ini
Masyarakat diharap tetap waspada setelah JI menyatakan membubarkan diri. Sebab, organisasi ini disebut sebagai organisasi teror yang cakupannya tidak hanya di Indonesia.
"Masyarakat harus tahu, bahwa JI adalah kelompok teror dengan jejaring yang sangat luas, mencakup Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia," tulisnya lagi.
Disebut juga, beberapa aksi teror yang diaktori JI diantaranya Bom Bali I dan II, bom Malam Natal Indonesia, bom Hotel JW Marriott, bom Bursa Efek Jakarta, bom Konsulat Filipina, bom Kedubes Australia, pemenggalan siswi Kristen GKST Poso, penembakan di Gereja Santa Ursula, bom Wisma Atma Jaya, bom Sarinah Thamrin, bom Taman Dayu Surabaya, bom Vihara Buddha Gempol Semarang, bom Gereja Santa Lidwina Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.
Selain itu jejak terorisme tersebut, JI juga disebut telah melakukan pelatihan militer (i’dād ‘asykarī), penyelundupan senjata, dan indoktrinasi ideologi radikal-teror yang juga telah berdampak signifikan meskipun tidak selalu terukur dalam jumlah korban jiwa.
Baca Juga: Jamaah Islamiyah Bubar karena Apa?
"Rekam jejak JI sebagai organisasi atau kelompok teror sangat menakutkan. Namun tidak hanya itu, para teroris JI maupun eks-napiternya dikenal sebagai teroris paling militan melebihi teroris dari kelompok lainnya," tulis keterangan media yang fokus pada isu-isu radikalisme dan terorisme itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









