AKURAT.CO Puasa Asyura adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan yang besar.
Namun, banyak di antara kita yang mungkin bertanya, bolehkah kita berniat puasa Asyura dalam bahasa Indonesia?
Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat dalil-dalil dari hadis yang membahas niat puasa dan bagaimana sebaiknya dilakukan.
Dalil Hadis Tentang Niat
Dalam Islam, niat adalah salah satu syarat sahnya ibadah, termasuk puasa. Rasulullah SAW bersabda:
"إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى"
“Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Perseteruan Antara Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dengan Habib Rizieq Shihab
Hadis ini menekankan pentingnya niat dalam setiap ibadah. Niat adalah tindakan hati yang tidak memerlukan lafaz tertentu. Artinya, niat tidak harus diucapkan dengan kata-kata tertentu, apalagi dalam bahasa Arab.
Niat Puasa dalam Bahasa Indonesia
Berdasarkan pemahaman hadis di atas, niat puasa dapat dilakukan dalam bahasa apa pun yang dipahami oleh pelakunya. Ini termasuk bahasa Indonesia. Selama niat tersebut sudah ada dalam hati sebelum fajar, maka puasanya sah. Hal ini didukung oleh pendapat banyak ulama yang menyatakan bahwa niat adalah aktivitas hati dan tidak harus diucapkan dengan lafaz tertentu.
Namun, ada juga sebagian ulama yang menganjurkan untuk melafazkan niat agar lebih menegaskan niat yang ada di dalam hati. Jika seseorang merasa lebih nyaman dan yakin dengan melafazkan niat, tidak ada salahnya untuk melafazkannya, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.
Contoh Niat Puasa Asyura dalam Bahasa Indonesia
Untuk memudahkan, berikut ini adalah contoh niat puasa Asyura dalam bahasa Indonesia:
"Saya niat berpuasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
Contoh niat ini sederhana dan langsung menyatakan tujuan serta waktunya, sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam tentang pentingnya niat.
Baca Juga: Niat Puasa Asyura Muharram dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya
Berdasarkan dalil hadis dan pemahaman para ulama, niat puasa Asyura dapat dilakukan dalam bahasa apa saja, termasuk bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah niat tersebut sudah ada dalam hati sebelum fajar dan dilakukan karena Allah SWT. Melafazkan niat dalam bahasa Indonesia juga diperbolehkan dan dapat membantu menegaskan niat yang ada di dalam hati.
Dengan demikian, bagi umat Islam di Indonesia, tidak perlu ragu untuk berniat puasa Asyura dalam bahasa Indonesia. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan kita mendapatkan keutamaan dari puasa Asyura ini.