Larangan di Hari Tasyrik 18-20 Juni 2024, Diharamkan Melakukan Ini!

AKURAT.CO Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah.
Pada tahun 2024, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 18 hingga 20 Juni.
Dalam Islam, terdapat beberapa larangan khusus yang harus dipatuhi pada hari-hari ini.
Artikel ini akan membahas larangan-larangan tersebut dan perspektif hadits terkait dalam bahasa Arab beserta artinya.
Larangan di Hari Tasyrik
1. Berpuasa
Pada Hari Tasyrik, umat Islam diharamkan berpuasa. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits yang menyebutkan bahwa hari-hari tersebut adalah hari makan dan minum.
2. Melakukan Perbuatan yang Dilarang saat Ihram
Bagi jamaah haji yang masih berada dalam keadaan ihram, tetap berlaku larangan-larangan ihram seperti tidak boleh memotong kuku, mencukur rambut, dan melakukan hubungan suami istri.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menyimpan Daging Kurban Lebih dari 3 Hari?
Hadits tentang Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik
Berikut ini adalah beberapa hadits yang menjelaskan tentang larangan berpuasa pada Hari Tasyrik:
1. Hadits dari Anas bin Malik:
عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله"
Artinya: "Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Hari-hari tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah.'"
2. Hadits dari Abdullah bin Umar:
عن عبد الله بن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "لا تصوموا هذه الأيام، فإنها أيام أكل وشرب وذكر الله"
Artinya: "Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah.'"
3. Hadits dari Nubaisha Al-Hudhali
عن نبيشة الهذلي قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إنها أيام أكل وشرب وذكر الله"
Artinya: "Dari Nubaisha Al-Hudhali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya hari-hari itu adalah hari-hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah.'"
Makna dan Hikmah Larangan Berpuasa
Larangan berpuasa pada Hari Tasyrik mengandung hikmah yang mendalam. Di antaranya adalah:
1. Mensyukuri Nikmat Allah:
Hari Tasyrik adalah saat bagi umat Islam untuk mensyukuri nikmat Allah dengan menikmati makanan dan minuman yang diberikan.
2. Mempererat Silaturahmi
Dengan tidak berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk saling mengunjungi dan makan bersama, yang dapat mempererat tali silaturahmi di antara mereka.
Baca Juga: Selesai Jalani Rangkaian Ibadah Haji, Raffi Ahmad Gunduli Kepalanya
3. Memuliakan Hari Tasyrik
Larangan berpuasa juga merupakan bentuk penghormatan terhadap hari-hari tersebut yang dianggap istimewa dalam Islam.
Hari Tasyrik merupakan hari-hari yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Pada hari-hari ini, umat Islam diharamkan berpuasa dan dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Larangan ini didasarkan pada berbagai hadits yang mengingatkan kita untuk tidak berpuasa pada hari-hari tersebut. Semoga dengan memahami dan mematuhi larangan ini, kita dapat menjalani hari-hari Tasyrik dengan penuh berkah dan rasa syukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










