AKURAT.CO Padang Arafah adalah salah satu tempat yang paling bersejarah dan memiliki nilai spiritual tinggi dalam Islam. Letaknya di luar kota Mekkah, sekitar 20 kilometer ke arah tenggara.
Setiap tahun, jutaan umat Muslim berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan salah satu rukun haji, yakni wukuf.
Artikel ini akan mengulas asal-usul Padang Arafah serta keistimewaan yang dikandungnya, berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW.
Asal-Usul Padang Arafah
Menurut riwayat, Padang Arafah memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Adam AS. Beberapa ulama berpendapat bahwa di sinilah Nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah diturunkan dari surga. Nama "Arafah" sendiri dipercaya berasal dari kata "Arafa" yang berarti "mengenal", yang mengindikasikan pertemuan dan pengenalan kembali antara Nabi Adam dan Hawa.
Baca Juga: Apa Itu Rukun Haji? Ini Penjelasannya Sesuai Sunah dan Dilengkapi dengan Dalil Lainnya
Keistimewaan Padang Arafah dalam Hadits Nabi
Padang Arafah memiliki keistimewaan yang besar dalam Islam, terutama dalam pelaksanaan ibadah haji. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"الْحَجُّ عَرَفَةُ"
(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ahmad)
Artinya: "Haji itu (adalah) Arafah."
Hadits ini menegaskan bahwa inti dari ibadah haji terletak pada wukuf di Arafah. Tanpa wukuf di Arafah, haji seseorang dianggap tidak sah. Wukuf di Arafah dimulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbenamnya matahari.
Selain itu, Padang Arafah juga merupakan tempat di mana Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada', khutbah perpisahan yang mengandung pesan-pesan penting tentang kesatuan umat, hak asasi manusia, dan nilai-nilai moral dalam Islam. Dalam khutbah ini, Rasulullah SAW bersabda:
"أيها الناس، إن ربكم واحد وإن أباكم واحد، كلكم لآدم وآدم من تراب، إن أكرمكم عند الله أتقاكم"
Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu dan bapak kalian adalah satu (Adam). Kalian semua berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
Keutamaan Berdoa di Padang Arafah
Padang Arafah juga dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:
"خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد، وهو على كل شيء قدير" (HR. Tirmidzi)
Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala puji bagi-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Baca Juga: Mengenal Khutbah Arafah, Pesan dan Tuntutan bagi Jemaah Haji saat Melaksanakan Wukuf
Dari hadits ini, kita memahami bahwa berdoa di Padang Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa, dan pada hari Arafah, pintu-pintu langit terbuka lebar untuk menerima doa-doa hamba-Nya.
Padang Arafah bukan hanya sekedar lokasi geografis, tetapi tempat yang sarat dengan sejarah dan nilai-nilai spiritual dalam Islam. Melalui wukuf di Arafah, umat Muslim diingatkan akan pentingnya pertemuan, pengenalan, dan refleksi diri.
Keistimewaan yang dikandungnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, menambah keagungan Padang Arafah sebagai salah satu tempat suci dalam pelaksanaan ibadah haji. Semoga kita semua dapat merasakan keberkahan dan keutamaan dari tempat yang mulia ini.