Naskah Khutbah Jumat: Merawat Hati dari Sifat Iri dan Dengki

AKURAT.CO Artikel ini membahas tentang khutbah Jum'at dengan judul Merawat Hati dari Sifat Iri dan Dengki. Cocok untuk bahan khutbah di Masjid maupun Musholla.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ:
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan khutbah Jumat kali ini, khatib akan membahas tentang "Merawat Hati dari Sifat Iri dan Dengki".
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Manfaat Kurban di Hari Raya Idul Adha
Hadirin yang berbahagia,
Iri dan dengki adalah dua sifat yang sangat merusak hati dan jiwa. Kedua sifat ini dapat menghancurkan hubungan antar manusia, memicu permusuhan, dan menjauhkan diri dari rahmat Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
"Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta." (QS. Al-Baqarah: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa penyakit hati, termasuk iri dan dengki, bisa semakin parah jika tidak segera diatasi.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا"
"Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling menipu, janganlah kalian saling benci, janganlah kalian saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)
Hadis ini dengan tegas melarang kita dari sifat iri dan dengki serta mendorong kita untuk selalu menjaga persaudaraan.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Untuk merawat hati agar terhindar dari sifat iri dan dengki, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:
Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah: Dengan selalu mengingat bahwa semua rezeki dan nikmat berasal dari Allah, kita akan lebih mudah untuk menerima ketentuan-Nya dan bersyukur atas apa yang kita miliki.
Berpikir Positif dan Bersyukur: Fokuslah pada apa yang kita miliki dan syukurilah. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki ujiannya masing-masing dan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.
Berdoa dan Memohon Perlindungan: Selalu berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Salah satu doa yang bisa kita amalkan adalah:
"اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْحَسَدِ وَالْحِقْدِ"
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat iri dan dengki."
Meningkatkan Ilmu dan Pemahaman: Dengan mempelajari ilmu agama, kita akan lebih memahami betapa berbahayanya sifat iri dan dengki serta bagaimana cara mengatasinya.
Berbuat Baik kepada Orang Lain: Membiasakan diri untuk berbuat baik dan membantu orang lain dapat mengurangi rasa iri dan dengki. Kita akan lebih fokus pada amal kebaikan daripada membandingkan diri dengan orang lain.
Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita berusaha bersama-sama untuk menjaga hati kita dari sifat iri dan dengki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing dan melindungi kita, serta menjadikan hati kita bersih dan penuh dengan rasa syukur. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Idul Adha dengan Semangat Gotong Royong
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










