AKURAT.CO Self-healing atau penyembuhan diri merupakan proses penting dalam menjaga keseimbangan dan kebahagiaan mental serta emosional seseorang.
Dalam Islam, konsep self-healing tidak hanya dilihat sebagai tindakan fisik semata, tetapi juga sebagai upaya spiritual untuk memperkuat koneksi dengan Allah SWT.
Berikut adalah lima perspektif self-healing dalam Islam yang dapat ditemukan dalam Al-Quran dan Hadis:
1. Tawakal (Bertawakal kepada Allah)
Tawakal adalah kepercayaan sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi segala ujian dan cobaan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung." (QS. Al-Ahzab: 3). Bertawakal kepada Allah memungkinkan seseorang untuk melepaskan kekhawatiran dan kecemasan yang bisa menjadi penyebab stres dan kegelisahan.
Baca Juga: Terbukti Lakukan Zina, Pelanggar Syariat Islam di Aceh Dicambuk 100 Kali
2. Istighfar (Minta Maaf dan Bertaubat)
Istighfar adalah upaya untuk meminta ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan bertaubat kepada Allah SWT. Dalam Hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang banyak beristighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar dari segala kesulitan, kedahagaan dari setiap kesempitan, dan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud). Istighfar membantu membersihkan hati dan pikiran dari beban yang menyebabkan ketidaknyamanan.
3. Shalat (Koneksi Spiritual dengan Allah)
Shalat adalah salah satu bentuk ibadah yang paling penting dalam Islam. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45). Melalui shalat, seseorang dapat merasakan kedamaian batin dan kehadiran Allah SWT yang menguatkan dalam menghadapi tantangan hidup.
4. Sabar (Kesabaran dalam Menghadapi Ujian)
Sabar adalah sikap yang penting dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (QS. Hud: 115). Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Ajaib perkaranya orang mukmin. Segala urusannya adalah baik baginya. Ini tidak berlaku bagi selainnya kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat nikmat, dia bersyukur, maka itu baik baginya; jika dia ditimpa musibah, dia bersabar, maka itu baik baginya." (HR. Muslim). Sabar membantu seseorang untuk tetap tenang dan teguh dalam menghadapi rintangan.
Baca Juga: 3 Doa Keberkahan untuk Keluarga, Amalkan untuk Ciptakan Kebahagiaan
5. Tafakkur (Merenungkan Karya Allah)
Tafakkur adalah proses merenungkan kebesaran Allah SWT dan ciptaan-Nya. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pada silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (QS. Ali Imran: 190). Dengan merenungkan kebesaran Allah, seseorang dapat mendapatkan kedamaian dan pemahaman yang mendalam tentang tujuan hidupnya.
Dengan memahami dan menerapkan lima perspektif self-healing dalam Islam ini, seseorang dapat memperkuat ketahanan mental dan spiritualnya serta menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan dalam bimbingan Allah SWT.