Akurat

Kultum Ramadhan: Puasa Ramadhan sebagai Upaya Melatih Kesabaran

Lufaefi | 27 Maret 2024, 19:50 WIB
Kultum Ramadhan: Puasa Ramadhan sebagai Upaya Melatih Kesabaran

AKURAT.CO Ditemukan kembali dengan bulan Ramadhan adalah salah satu bentuk nikmat yang Allah swt berikan kepada kita. Karena bulan ini memiliki banyak sekali keutamaan dan kemuliaan di dalamnya. Dengan menjalani puasa kita bisa melatih diri kita untuk menahan hawa nafsu.

Menunaikan ibadah puasa bukan hanya menahan diri dari rasa haus dan lapar semata, berpuasa juga mengajarkan kita untuk melatih diri dengan bersabar. Orang yang sedang puasa tidak dibolehkan mengonsumsi dan mengerjakan segala perkara yang dapat membatalkan puasa.

Waktu dilaksanakannya puasa yaitu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Artinya, kita harus bersabar sebelum mencapai waktu tersebut untuk makan, minum, dan lainnya.

Tujuan melakukan puasa yaitu agar orang-orang yang menjalankannya dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt.

Baca Juga: Materi Kultum: Menggapai Rahmat, Ampunan, serta Surga di Bulan Suci

Hal ini juga terkandung dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183).

Lalu mengapa Allah swt menjadikan takwa sebagai tujuan pokok dari mengerjakan puasa? mengapa di bulan lainnya juga?

Dalam salah satu karya Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dijelaskan jika alasan mengapa tujuan utama berpuasa yaitu ketakwaan adalah dengan berpuasa kita bisa melatih kesabaran. Dan orang yang sedang puasa dilatih untuk bertakwa kepada Allah dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik di waktu yang tidak diketahui orang lain ataupun secara terbuka.

Saat orang lain tidak mengetahui perbuatan yang kita lakukan, kita merasa bebas karena merasa tidak ada yang mengawasi. Ketika itulah Allah swt menguji keimanan dan ketakwaan yang ada dalam diri kita. Apakah kita bisa bersabar hingga waktu berbuka tiba atau justru terbawa oleh hawa nafsu.

Karena itu dengan menjalani puasa, seorang muslim akan terdidik untuk semakin bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Syekh Ali As-Shabuni:

الصوم يهذّب النفس البشرية، بما يغرسه فيها من خوف الله، ومراقبته في السر والعلن، ويجعل المرء تقياً نقياً يبتعد عن كل ما حرّم الله

Artinya, “Puasa bisa mendidik jiwa manusia, dengan sesuatu yang telah tertanam dalam jiwanya, berupa takut kepada Allah, dan selalu merasa diawasi, baik di waktu rahasia maupun terbuka. Dan, (puasa) juga menjadikan seseorang bertakwa dan bersih, serta jauh dari setiap sesuatu yang diharamkan oleh Allah.” (Muhammad Ali As-Shabuni, Tafsiru Ayatil Ahkam, [Damaskus, Maktabah Al-Ghazali: 1400 H], juz I, halaman 93).

Baca Juga: Materi Kultum: Kewajiban Membayar Zakat Bagi Umat Muslim

Terdapat karya lain yang dibuat oleh Syekh Abdurrauf Al-Munawi (wafat 1031 H), ia mengatakan jika puasa dan sabar mempunyai kandungan yang sama. Sabar merupakan upaya memampukan diri untuk mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan puasa adalah upaya menahan hawa nafsu agar tidak menerobos hal-hal yang diharamkan ketika puasa. (Al-Munawi, Faidhul Qadir Syarhil Jami’is Shagir, [Mesir, Maktabah at-Tijariyah: 1356 H], juz III, halaman 372).

Dan dalam kitab yang dikarang oleh Syekh Waliyuddin Abu Abdillah At-Tibrizi (wafat 741 H) disebutkan bahwa alasan berpuasa yaitu menjadi begian dari kesabaran. Karena sabar adalah upaya untuk mengajak diri sendiri dalam mengerjakan kewajiban dan menahan diri dari perbuatan yang diharamkan.

Sedangkan puasa adalah upaya untuk menahan keinginan hawa nafsu yang terus mengajak pada keharaman tersebut. (Syekh Waliyuddin, Misykatul Mashabih ma’a Mir’atil Mafatih, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah], juz II, halaman 35).

Semoga kita bisa manfaatkan kesempatan yang datang pada kita di bulan mulia ini, dan segala amalan yang telah kita lakukan diterima di sisi Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi