Akurat

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Otak Menurut Dokter Ahli

Lufaefi | 20 Maret 2024, 09:10 WIB
Manfaat Puasa bagi Kesehatan Otak Menurut Dokter Ahli

AKURAT.CO Puasa telah menjadi praktik yang diperjuangkan oleh berbagai budaya dan agama selama ribuan tahun. Namun, selain nilai-nilai spiritualnya, penelitian juga menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan fisik, termasuk kesehatan otak. Sebuah pandangan dari sudut pandang dokter ahli dapat memberikan wawasan yang berharga tentang hal ini.

Dr. Aulia Fitriani, seorang neurologis terkemuka, menjelaskan bahwa puasa memiliki efek positif pada kesehatan otak melalui beberapa mekanisme yang terkait erat dengan metabolisme tubuh.

Berikut adalah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan otak berdasarkan pandangan Dr. Aulia:

1. Meningkatkan Fungsi Kognitif:

Puasa dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kinerja otak. Ketika tubuh berada dalam keadaan puasa, proses metabolik berubah, memungkinkan otak untuk menggunakan sumber energi alternatif, seperti keton, yang diyakini memiliki efek perlindungan terhadap sel-sel saraf.

Baca Juga: Hukuman di Berbagai Negara Bagi Muslim yang Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan, Bagaimana di Indonesia?

2. Mengurangi Risiko Penyakit Neurodegeneratif:

Studi menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson. Ini disebabkan oleh efek antiinflamasi dan antioksidan puasa yang dapat melindungi otak dari kerusakan oksidatif dan peradangan.

3. Meningkatkan Proses Pembersihan Otak:

Selama puasa, proses yang disebut autophagy meningkat. Autophagy adalah mekanisme alami tubuh yang membersihkan sel-sel yang rusak atau tidak diinginkan, termasuk sel-sel yang sudah tua di otak. Dengan demikian, puasa dapat membantu memperbaiki dan memperbarui struktur otak.

4. Menjaga Keseimbangan Hormon:

Puasa juga dapat membantu menjaga keseimbangan hormon, termasuk insulin. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang dapat membantu melindungi otak dari resistensi insulin, yang berkontribusi pada perkembangan penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit Alzheimer.

5. Memperbaiki Kualitas Tidur:

Puasa juga telah terbukti memperbaiki kualitas tidur, yang merupakan faktor penting dalam kesehatan otak. Tidur yang cukup dan berkualitas diperlukan untuk proses pemulihan dan konsolidasi memori.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Puasa Setengah Tahun, Bikin Ngakak!

Meskipun manfaat puasa bagi kesehatan otak sangat menjanjikan, Dr. Aulia juga menekankan pentingnya berbicara dengan profesional kesehatan sebelum memulai regimen puasa, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Dengan demikian, melalui pandangan seorang dokter ahli seperti Dr. Aulia Fitriani, kita dapat memahami bahwa puasa bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga dapat menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan kesehatan otak dan mencegah penyakit-penyakit neurodegeneratif. Namun, konsultasi dengan profesional kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan puasa dilakukan dengan aman dan efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.