Jalan Kaki Sehari 3 Ribu Langkah Meningkatkan Kesehatan: Sesuai Perintah Islam

AKURAT.CO Jalan kaki adalah aktivitas sederhana yang sering diremehkan, padahal memiliki dampak besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Temuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa seseorang tidak harus mencapai 10 ribu langkah setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.
Cukup dengan berjalan kaki sekitar 3 ribu langkah per hari, tubuh sudah mengalami berbagai perubahan positif, mulai dari meningkatnya metabolisme, menurunnya risiko penyakit jantung, hingga melambatnya penuaan otak.
Menariknya, gaya hidup aktif melalui jalan kaki bukan hanya dinilai baik secara medis, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan, bergerak, dan menghindari gaya hidup malas. Jalan kaki bahkan menjadi sunnah yang dicontohkan Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Temuan Ilmiah: 3 Ribu Langkah Sehari Sudah Cukup
Dalam laporan media yang merangkum beberapa penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa jumlah langkah yang diperlukan untuk memperoleh manfaat kesehatan ternyata tidak sebanyak yang selama ini diyakini. Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology menyebut bahwa berjalan kaki mulai dari 3.000–4.000 langkah saja mampu menurunkan risiko kematian dini secara signifikan.
Ahli kardiovaskular dari Medical University of Lodz, Maciej Banach, menjelaskan bahwa risiko kematian dini menurun seiring bertambahnya langkah. Bahkan, penambahan 500–1.000 langkah per hari saja sudah memiliki efek positif. Setiap tambahan 1.000 langkah dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 15 persen.
Baca Juga: Pemerintah Wajibkan Siswa Baca Buku dan Meresensinya: Sejalan dengan Ajaran Islam
Selain menurunkan risiko penyakit jantung dan memperbaiki sirkulasi darah, jalan kaki juga terbukti meningkatkan metabolisme dan membantu kontrol berat badan. Aktivitas ini termasuk olahraga yang paling mudah diakses semua orang, tanpa alat, tanpa biaya, dan dapat dilakukan di mana saja.
Penelitian lain dari Harvard Medical School yang terbit dalam Nature Medicine menunjukkan bahwa berjalan kaki sekitar 3.000 langkah per hari mampu memperlambat penuaan otak hingga tiga tahun. Ketika langkah bertambah menjadi 5.000–7.500 per hari, perlambatan ini bahkan bisa mencapai tujuh tahun.
Temuan ini menegaskan bahwa sedikit aktivitas harian pun dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang, terutama bagi orang-orang yang kesulitan melakukan olahraga intens.
Jalan Kaki dalam Perspektif Islam
Dalam Islam, menjaga kesehatan dianggap sebagai bagian dari ibadah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk hidup aktif, menghindari sifat malas, dan menjaga kebugaran. Banyak riwayat menggambarkan bahwa Rasulullah berjalan kaki dalam berbagai aktivitas: menuju masjid, medan dakwah, bahkan dalam perjalanan panjang.
Jalan kaki bagi seorang Muslim bukan hanya aktivitas fisik, tetapi sarana menenangkan hati, mengolah pikiran, dan memperkuat spiritualitas. Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR Muslim). Kuat yang dimaksud meliputi kekuatan fisik, mental, dan spiritual—yang semuanya dapat terbentuk melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki.
Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang memerintahkan manusia untuk “berjalan di muka bumi,” yang secara tersirat mengarahkan umat agar aktif, mengamati alam, dan mengambil pelajaran dari pengalaman perjalanan. Sementara itu, gaya hidup malas, rebahan berlebihan, dan ketiadaan aktivitas fisik tidak pernah menjadi bagian dari teladan kehidupan para ulama dan ulama salaf.
Dengan demikian, rutinitas berjalan kaki 3 ribu langkah sehari bukan hanya gerakan kesehatan modern, tetapi juga bagian dari etika hidup Islami.
Keselarasan Sains dan Islam
Ketika penelitian ilmiah modern menyebut bahwa aktivitas fisik ringan dapat memperpanjang usia, Islam sejak awal telah menanamkan nilai hidup aktif, tidak berlebih-lebihan dalam istirahat, dan menjaga kesehatan sebagai amanat dari Allah.
Prinsip “la dharara wa la dhirara”—tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain—memperkuat pandangan bahwa menjaga kesehatan melalui kebiasaan ringan seperti jalan kaki adalah bagian dari syariat.
Sebagaimana ilmu kedokteran modern menekankan pentingnya suplai oksigen, pergerakan sendi, dan sirkulasi darah, Islam pun menempatkan tubuh manusia sebagai amanah yang harus dijaga.
Baca Juga: Petugas Haji 2026 Dibayar Berapa? Berikut Kisaran Honor dan Jadwal Rekrutmen Resmi
Mengamalkan Jalan Kaki Sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat
Bagi masyarakat urban yang sibuk, mencapai 3.000 langkah bukanlah hal sulit. Beberapa cara sederhana dapat diterapkan:
– berjalan menuju minimarket terdekat
– memilih naik tangga daripada lift
– memulai pagi dengan 10–15 menit berjalan santai
– melakukan walking meeting
– berjalan kaki menuju masjid untuk salat berjamaah
Perubahan kecil seperti ini, ketika dilakukan secara konsisten, akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.
Penutup
Kebiasaan berjalan kaki 3 ribu langkah per hari bukan hanya berdasarkan temuan ilmiah yang kuat, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Islam yang mendorong gaya hidup aktif dan penuh kesadaran. Ini adalah bentuk ikhtiar menjaga tubuh, memperkuat pikiran, dan menjalankan perintah agama untuk merawat karunia kesehatan.
Jalan kaki menjadi contoh bagaimana langkah sederhana dapat menghubungkan sains modern dan ajaran Islam, sekaligus menjadi bentuk syukur atas nikmat tubuh yang sehat. Dengan komitmen kecil setiap hari, umat dapat menjadi lebih kuat, lebih bugar, dan lebih siap menjalani kehidupan dengan penuh semangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










