Viral 2 Siswi SD Ngabuburit Sambil Motoran, Berakhir Nyungsep di Atap Rumah Warga, Bagaimana Seharusnya Ngabuburit dalam Islam?

AKURAT.CO Baru-baru ini jagad dunia maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan dua siswi sekolah dasar (SD) di wilayah Culamega, Tasikmalaya ‘nyungsep’ di atap rumah warga bersama dengan sepeda motor yang mereka naiki. Akibatnya atap rumah warga tersebut rusak dan berlubang cukup besar.
Diketahui, dua siswi SD berkerudung itu hendak ‘ngabuburit’ dengan mengendarai sepeda motor. Namun rupanya rem motor yang mereka kendarai mengalami blong sehingga sulit untuk dikendalikan. Keduanya pun berakhir menabrak atap rumah warga yang letaknya sejajar dengan jalan.
Beruntung pada kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa ataupun korban luka. Lantas mengenai hal ini, bagaimana seharusnya ngabuburit dalam Islam?
Ngabuburit merupakan kegiatan yang lazim dilaksanakan masyarakat Indonesia pada bulan suci Ramadhan. Ngabuburit merujuk pada berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menunggu datangnya waktu berbuka, seperti contohnya jalan-jalan, bermain, bercengkrama, hingga mencari santapan berbuka atau takjil.
Baca Juga: Puasa Lupa Niat, Apakah Tetap Sah?
Dalam bulan Ramadhan, Islam mendorong seluruh umatnya untuk senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat serta dapat bernilai ibadah. Hal ini juga berlaku pada kegiatan ngabuburit masyarakat Indonesia menjelang waktu berbuka puasa.
Untuk mengisi waktu luang menjelang berbuka, ngabuburit sebaiknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bernilai ibadah serta menambah pahala. Selain itu, umat muslim juga hendaknya menjauhkan diri dari tindakan-tindakan yang sia-sia serta tindakan yang dapat menghilangkan pahala puasa, seperti contohnya ghibah.
Adapun aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang jelang berbuka puasa adalah sebagai berikut:
1. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, apalagi jika dilakukan di bulan suci Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Salah satu keutamaan tersebut adalah diganjar dengan pahala sebanyak 10 kali lipat untuk setiap huruf yang dibaca.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.
Artinya: Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR Tirmidzi).
2. Membagikan Takjil
Membagikan takjil merupakan kegiatan yang lazim terjadi di bulan Ramadhan. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh suatu kelompok, komunitas, ataupun instansi menjelang berbuka puasa di tempat-tempat yang banyak dilalui orang.
Berbagi takjil dapat menjadi salah satu sarana untuk bersedekah di bulan suci Ramadhan. Sedekah di bulan suci Ramadhan menjadi salah satu amalan yang memiliki keistimewaan, sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits berikut:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya: Dari Anas dikatakan, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?” Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan” (HR At-Tirmidzi).
Baca Juga: Perbedaan NU dan Muhammadiyah di Bulan Suci Ramadhan
3. Mendengarkan Kajian atau Kultum
Saat ini, mendengarkan kajian atau kultum dapat dilakukan dimana saja menggunakan gadget. Kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat, sebab dapat bernilai pahala serta menambah ilmu keagamaan.
Selain itu, mendengarkan kajian juga dapat menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban menuntut ilmu bagi umat muslim. Sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits berikut:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah dari Anas ra.).
Demikian penjelasan mengenai bagaimana seharusnya ngabuburit dalam Islam. Dapat disimpulkan bahwa ngabuburit hendaknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah, agar tidak membuang waktu secara sia-sia di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










