AKURAT.CO Kisah Isra Mi'raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dan perjalanan langit-langit ke tujuh, merupakan salah satu momen yang penuh keajaiban dalam sejarah Islam.
Namun, di tengah keutamaannya, terdapat satu kejadian menarik di mana Nabi Muhammad SAW ditegur oleh para Nabi lainnya, termasuk Musa AS, terkait jumlah rakaat shalat.
Dalam perjalanan Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah SWT untuk mengerjakan shalat. Ketika memulai shalat, beliau menerima wahyu untuk mengerjakan 50 rakaat shalat setiap hari.
Namun, ketika turun ke Baitul Maqdis, Nabi Musa AS bertemu dengannya dan menanyakan jumlah rakaat shalat yang diperintahkan Allah.
Nabi Musa AS, dengan hikmah dan kebijaksanaannya sebagai seorang Nabi, menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa umatnya tidak akan mampu melaksanakan shalat sebanyak itu.
Baca Juga: Dada Nabi Muhammad SAW Dibelah, Keajaiban dan Kedalaman Makna Peristiwa Isra Mi'raj
Nabi Muhammad SAW kemudian kembali kepada Allah SWT dan memohon pengurangan jumlah rakaat shalat. Allah SWT dengan rahmat dan kemurahan-Nya mengurangi jumlah tersebut secara bertahap hingga lima rakaat, namun pahalanya tetap sama dengan 50 rakaat.
Kisah ini menggambarkan pentingnya kebijaksanaan dan pertimbangan dalam agama Islam. Meskipun Allah SWT memberikan perintah, Nabi Muhammad SAW menerima teguran dan saran dari Nabi Musa AS untuk kebaikan umatnya.
Ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan perintah Allah, kita juga harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan umat.
Kejadian ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsultasi, kebijaksanaan, dan pengertian dalam menjalankan ajaran agama. Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah mencontohkan sikap rendah hati dan terbuka terhadap masukan dari para Nabi lainnya, sehingga membimbing umat Islam untuk menjalani kehidupan yang seimbang antara ketaatan kepada Allah dan kepedulian terhadap kondisi umat.