Contoh Materi Perayaan Isra Mi’raj yang Cocok untuk Acara di Sekolah

AKURAT.CO Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim.
Peristiwa ini mengisahkan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh (Mi’raj).
Dalam konteks sekolah, perayaan Isra Mi’raj dapat menjadi momen edukatif yang memberikan pelajaran berharga kepada siswa tentang keimanan, keutamaan shalat, dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Pendahuluan: Makna Isra Mi’raj
Perayaan Isra Mi’raj di sekolah dapat diawali dengan penjelasan tentang makna dan esensi peristiwa ini. Guru atau pembicara dapat mengisahkan bagaimana Isra Mi’raj terjadi dalam semalam, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير
Artinya: "Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menjelaskan bagaimana Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan yang luar biasa. Penjelasan ini dapat dikaitkan dengan keimanan seorang Muslim bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui batas logika manusia.
Kisah Perjalanan Isra Mi’raj
Setelah memberikan pengantar, pembicara dapat melanjutkan dengan narasi tentang perjalanan Isra dan Mi’raj secara rinci.
Isra dimulai dari Masjidil Haram, di mana Nabi Muhammad SAW dijemput oleh Malaikat Jibril dengan kendaraan istimewa yang disebut Buraq. Nabi Muhammad SAW kemudian dibawa ke Masjidil Aqsa.
Di sana, beliau menjadi imam bagi para nabi terdahulu, sebuah simbol bahwa beliau adalah penutup para nabi dan pembawa ajaran Islam yang sempurna.
Baca Juga: Kalender Libur Januari 2025 yang Termasuk sebagai Hari Besar Islam
Kemudian, perjalanan Mi’raj dimulai. Nabi Muhammad SAW naik ke langit bersama Malaikat Jibril, melewati setiap lapisan langit dan bertemu dengan para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim.
Puncak perjalanan ini adalah ketika Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang bahkan tidak bisa dicapai oleh malaikat.
Di sana, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Sabda Rasulullah SAW menggambarkan pentingnya shalat sebagai kewajiban yang diberikan langsung pada saat Mi’raj:
الصلاة عماد الدين
Artinya: "Shalat adalah tiang agama."
Pesan Moral dan Spiritualitas
Materi Isra Mi’raj di sekolah dapat diperkaya dengan penjelasan pesan moral dari peristiwa ini. Pertama, Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya keimanan kepada kekuasaan Allah SWT. Perjalanan yang melampaui logika manusia ini menunjukkan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dengan izin Allah.
Kedua, peristiwa ini menegaskan kedudukan shalat sebagai ibadah utama. Shalat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga cara seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.
Dalam shalat, umat Muslim diingatkan untuk senantiasa tunduk, bersyukur, dan memohon petunjuk kepada-Nya.
Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an menegaskan keutamaan shalat:
وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون
Artinya: "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45)
Ketiga, Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan para nabi terdahulu di Masjidil Aqsa menjadi simbol bahwa ajaran Islam adalah kelanjutan dari ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.
Baca Juga: 50 Tema yang Cocok untuk Pidato atau Ceramah Peringatan Isra Mi'raj 2025
Nilai ini relevan untuk diajarkan kepada siswa agar mereka memahami pentingnya menjaga harmoni dan toleransi dalam keragaman.
Kegiatan Interaktif untuk Siswa
Selain ceramah, perayaan Isra Mi’raj di sekolah dapat dilengkapi dengan kegiatan interaktif yang membuat siswa lebih antusias. Misalnya, sekolah dapat mengadakan lomba hafalan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Isra Mi’raj, seperti QS. Al-Isra: 1 atau QS. An-Najm: 13-18.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah drama atau teater yang menggambarkan perjalanan Isra Mi’raj. Melalui seni peran, siswa dapat memahami pesan-pesan moral dari peristiwa ini dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
Penutup: Relevansi Isra Mi’raj dengan Kehidupan Modern
Sebagai penutup, pembicara dapat menekankan relevansi Isra Mi’raj dalam kehidupan modern. Peristiwa ini mengajarkan bahwa meskipun teknologi semakin maju, manusia tetap membutuhkan kekuatan spiritual untuk menjaga keseimbangan hidup.
Shalat lima waktu yang menjadi inti dari Isra Mi’raj adalah bentuk ibadah yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT, memberikan ketenangan batin, dan menjadi pengingat agar manusia selalu berada di jalan yang benar.
Semangat Isra Mi’raj juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari, seperti disiplin waktu dalam melaksanakan shalat, saling menghormati sesama, serta terus belajar dan berusaha memahami ajaran Islam dengan baik.
Dengan menyajikan materi yang mendalam, bermakna, dan interaktif, perayaan Isra Mi’raj di sekolah tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momen untuk memperkuat akhlak dan keimanan para siswa.
Semoga peristiwa Isra Mi’raj senantiasa menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









