Akurat

Apakah Boleh Memberi Ucapan Selamat Memperingati Isra Mi'raj kepada Non-Muslim?

Fajar Rizky Ramadhan | 28 Januari 2025, 08:00 WIB
Apakah Boleh Memberi Ucapan Selamat Memperingati Isra Mi'raj kepada Non-Muslim?

AKURAT.CO Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Peristiwa ini menjadi momen refleksi spiritual bagi umat Islam dan sering diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti ceramah, doa bersama, dan pembacaan sejarah perjalanan Isra Mi'raj.

Namun, muncul pertanyaan: Apakah boleh seorang Muslim memberi ucapan selamat memperingati Isra Mi'raj kepada non-Muslim?

Dalam Islam, hubungan sosial dengan non-Muslim diatur dengan prinsip keadilan, kasih sayang, dan saling menghormati, selama tidak berkaitan dengan pengakuan terhadap keyakinan agama mereka yang bertentangan dengan tauhid. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah: 8).

Baca Juga: 50 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2025 yang Tidak Melanggar Ketentuan Syariat Islam

Ayat ini menunjukkan bahwa dalam urusan muamalah atau hubungan sosial, seorang Muslim diperintahkan untuk bersikap baik dan adil kepada siapa pun, termasuk non-Muslim.

Memberi ucapan selamat yang sifatnya sekadar ungkapan penghormatan atau persahabatan dalam konteks sosial dapat dimaknai sebagai bentuk kebaikan, asalkan tidak melibatkan pengakuan terhadap akidah yang berbeda.

Selain itu, Rasulullah SAW sendiri dikenal memiliki hubungan yang baik dengan non-Muslim di sekitarnya.

Dalam berbagai riwayat, beliau menghormati undangan mereka, menerima hadiah, dan menunjukkan akhlak mulia kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

Contoh ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan sosial.

Namun, penting untuk dicatat bahwa memberi ucapan selamat kepada non-Muslim dalam konteks Isra Mi'raj tidak boleh mengandung unsur yang bertentangan dengan prinsip tauhid.

Ucapan tersebut harus disampaikan dalam semangat berbagi informasi tentang keindahan nilai-nilai Islam, bukan dalam bentuk pengakuan bahwa mereka turut memperingati Isra Mi'raj sebagai bagian dari keyakinan mereka.

Sebagai contoh, seorang Muslim dapat mengatakan:

"Hari ini kami memperingati Isra Mi'raj, sebuah peristiwa bersejarah dalam agama kami yang mengajarkan tentang pentingnya shalat dan hubungan spiritual dengan Allah."

Baca Juga: 55 Ucapan Selamat Isra Mi'raj 2025, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Ucapan seperti ini bukan hanya menunjukkan keramahan, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang memperkenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang bijaksana.

Kesimpulannya, memberi ucapan selamat memperingati Isra Mi'raj kepada non-Muslim diperbolehkan selama ucapan tersebut tidak melanggar prinsip-prinsip akidah Islam.

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan sikap kasih sayang, keadilan, dan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan siapa pun.

Semoga melalui interaksi yang baik, Islam dapat dikenal sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.